Tular Nalar dan Mafindo Bekali Pemilih Pemula Cara Kenali Hoaks

img
Pelatihan pengenalan hoaks terkait dengan pemilu 2024 di SMK Yapensu Sungailiat Bangkabelitung yang diselenggaran Sekolah Kebangsaan Tular Nalar dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).. Foto. Ist.

MOMENTUM, Bangkabelitung -- Sekolah Kebangsaan Tular Nalar bersama Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Bangkabelitung kembali menyelenggarakan pelatihan penginderaan hoaks. Kali ini difokuskan pada bagaimana cara mengenali hoaks terkait dengan proses pemilihan umum atau pemilu. 

Pelatihan yang berlangsung di SMK Yapensu Sungailiat Bangka pada Senin, 13 November 2023, diikuti sekitar 120 pelajar kelas XII. Dengan pemateri, Ketua Mafindo Wilayah Bangkabelitung, Suryani Manaf dan fasilitator, Iksander.

Materi disampaikan melalui diskusi dan simulasi sekaligus praktek cara mengenali hoaks atau berita bohong. Dengan menggunakan akun whatapps Kalimasada milik Mafindo, peserta diminta mengetikkan sejumlah kata kunci mengenai informasi yang mereka dapat dari media sosial. Selanjutnya, akun Kalimasada akan memberikan informasi yang relevan dan benar mengenai informasi tersebut.

Peserta pelatihan dibagi dalam beberapa kelompok, masing-masing sekitar 15 anak. Juga, diminta praktek mengecek apakah nama mereka telah terdaftar sebagai pemilih di daftar pemilih tetap (DPT) untuk pemilihan umum mendatang. Caranya, cukup dengan mengetikkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di laman dptonline.kpu.go.id. 

Iksander, salah satu orang fasilisator mengaku antusias memberikan materi-materi mengenai tahapan pemilu, fungsi demokrasi bagi bangsa serta bagaimana berfikir kritis. Dengan membuat peta empati bagi pelajar sebagai pemilih pemula.

“Siswa siswi SMK yang rata-rata berusia 17 tahun adalah pemilih pemula yang akan pertama kali memberikan hak suaranya dalam pemilihan umum pada 14 Februari 2024. Diharapkan mereka memiliki ketangguhan dalam mengenali hoaks dan bagaimana berperilaku di tengah keterbukaan informasi yang masif,” ungkapnya.

Sementara Ketua Mafindo Wilayah Babel, Suryani Manaf mengungkapkan pelatihan difokuskan pada empat bidang yakni mengenai Pemilu, Demokrasi, Penginderaan Hoaks dan Waspada Sanksi. 

Suryani mengharapkan pelatihan ini mampu memberikan ketrampilan baru bagi pemilih pemula dalam menghadapi beragam informasi yang tersebar luas dari media sosial. Keterampilan ini diharapkan dapat berguna bagi mereka dalam memutuskan siapa yang akan mereka pilih berdasarkan pertimbangan rasional dan kritis.

“Tentu, kami berharap, semakin banyak pemilih pemula memiliki pikiran kritis, akan membuat kehidupan demokrasi berjalan ke arah yang semakin baik,” kata alumni Universitas Tulangbawang atau UTB Lampung itu. (*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos