Hadapi PON 2024, KONI Butuh Anggaran Rp100 Miliar

img

MOMENTUM, Bandarlampung--Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung membutuhkan anggaran Rp100 miliar untuk menghadapi PON 2024.

Ketua Harian KONI Lampung Amalsyah Tarmizi menyebutkan, anggaran itu diperuntukkan bagi kebutuhan PON XXI di Aceh dan Sumatera Utara.

"Karena yang lalu hanya Rp56 miliar. Ke depan kita harapkan sekitar dua kali lipat. Lebih kurang Rp100 miliar untuk kebutuhan menghadapi PON dan persiapannya," kata Amalsyah, Senin (11-12-2023).

Terlebih, menurut dia, pada PON 2024, cabang olahraga (cabor) dan atlet yang ikut serta meningkat dua kali lipat lebih.

Dia menjelaskan, untuk cabor yang telah lolos babak kualifikasi PON mencapai 50. 

"Begitu juga dengan atletnya, pada PON Jawa Barat kita ikutkan 140 atlet, PON Papua 147 atlet. Sedangkan PON 2024, sampai hari ini sudah 360 atlet yang lolos," jelasnya.

Bahkan, dia menyebutkan, jumlah atlet dan cabor yang akan ikut serta pada PON mendatang bakal bertambah.

"Kita masih menunggu dari cabor renang, atletik dan dayung. Mungkin atletnya bisa bertambah menjadi 370 orang," jelasnya.

Atas dasar itu, dia mengatakan, jumlah anggaran yang dialokasikan untuk PON juga akan mengalami penambahan.

Terkait dengan pengelolaan, dia menyebutkan, Ketua Umum KONI Lampung Arinal Djunaidi sudah mengingatkan agar anggaran yang dialokasikan harus langsung diserahkan ke masing-masing cabor. 

"Sehingga cabor juga harus mampu untuk mengelola dan membuat pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku," jelasnya.

Sementara, Gubernur Arinal Djunaidi mengajak seluruh pengurus KONI di Lampung untuk mewujudkan kejayaan olahraga.

Menurut Arinal, hal itu bisa tercapai dengan meningkatkan prestasi olahraga Lampung.

Untuk meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional, para pengurus KONI dan cabang olahraga (cabor) harus mampu melaksanakan tata kelola organisasi serta anggaran yang baik dan benar sesuai ketentuan yang berlaku.

"Mari kita bersatu dan berprestasi, jadikan olahraga Lampung Berjaya," ujarnya.

Arinal menekankan jangan sampai ada praktek-praktek yang melanggar hukum dan menciderai prestasi olahraga Lampung dan nama baik KONI Provinsi Lampung seperti tindakan korupsi.

Ia meminta untuk ditanamkan pada diri para pengurus, apa yang harus diberikan untuk menggapai prestasi.

"Jangan kau tanya apa yang harus kau dapatkan, tetapi kau harus tanya selama kepengurusan apa yang harus kau berikan untuk Lampung ini dibidang prestasi olahraga. Hidup kita cuma satu kali, diberi kesempatan berbuat yang baik," tegasnya.

Diketahui, beberapa cabor yang telah lolos babak kualifisikasi PON seperti: Bola Basket, Bola Voli, Baseball, Bulutangkis, Cricket, Futsal, Gateball, Kabaddi, Korfball, Softball, Sepak Takraw, Tenis Meja, Tenis Lapangan, Soft Tenis dan Woodball.

Kemudian, Anggar, Hapkido, Judo, Gulat, Karate, Kempo, Kick Boxing, Kurash, Muaythai, Pencak Silat, Sambo, Tinju, Tarung Drajat, dan Wushu.

Selanjutnya, Berkuda, Biliar, Dance Sport, E-Sport, Golf, FASI (Terjun Payung, Paramotor), IMI, Senam, Panahan, Angkat Besi, Angka Berat, Atletik, Balap Sepeda, Binaraga, Dayung, Menembak, Panjat Tebing, Renang, Selam, Sepatu Roda, Selancar Ombak dan Triathlon. (**)









Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos