MOMENTUM, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bakal memperbaiki 17 ruas jalan dengan dana pinjaman Rp1 triliun.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung M Taufiqullah mengatakan, total perbaikan jalan yang akan dilakukan mencapai 98,4 kilometer.
"Dana pinjaman Rp1 triliun ini untuk perbaikan 17 ruas yang tersebar di kabupaten/kota. Panjangnya sekitar 98,4 kilometer," kata Taufiq saat diwawancarai, Rabu (7-1-2026).
Dia menjelaskan, 17 ruas yang bakal diperbaiki itu guna mendukung ketahanan pangan dan perekonomian Lampung.
Dia merinci, 17 ruas tersebut yaitu: Kalirejo-Pringsewu dengan panjang 2,50 kilometer, Jabung-Labuhan Maringgai 5 kilometer, Bandarjaya-Mandala 10 kilometer.
Kemudian ruas Wates-Metro 1,5 kilometer, Kalirejo-Bangunrejo 6 kilometer, Padangratu-Pekurun Udik 4 kilometer, Padangratu-Kalirejo 7 kilometer.
"Kasui-Air Ringkih 5,5 kilometer, Tegal Mukti-Tajab 8,75 kilometer, Simpang Teluk Kiluan-Simpang Umbar 2,5 kilometer, Simpang Umbar-Putih Doh 2,5 kilometer," bebernya.
Berikutnya, Suoh-Simpang Blok 9 sepanjang 4 kilometer, Gedongaji-Umbul Mesir 7 kilometer, Brabasan-Wiralaga 10 kilometer, Simpang Korpri-Purwotani 10 kilometer, Jalan RE Martadinata3,2 kilometer dan Lempasing-Padangcermin 2,5 kilometer.
"Simpang Korpri-Purwotani itu akan langsung diselesaikan sampai Kotabaru. Sekarang lagi diperbaiki dengan Inpres Jalan Daerah, nanti kita lanjutkan sampai selesai," jelasnya.
Untuk proses pengadaanya, menurut dia, Dinas BMBK akan menggunakan metode tender cepat melalui e-Katalog.
"Sehingga, prosesnya bisa lebih cepat dan langsung segera dikerjakan, karena waktu pengerjaannya lebih panjang," tuturnya.
Dia menjelaskan, saat ini masih mempersiapkan untuk pelaksanaan perbaikan jalan menggunakan dana pinjaman tersebut.
"Teman-teman di Bina Marga masih rapat terkait penentuan segmen yang akan diperbaiki. Termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), baru kita siapkan dokumen lelang," sebutnya.
Dia menargetkan, perbaikan 17 ruas jalan tersebut dapat dimulai pada bulan Maret mendatang.
"Mungkin setelah lebaran kita sudah mulai pengerjaannya," ujarnya.
Disinggung soal proses pengajuan pinjaman, dia menyampaikan, Peraturan Menteri Keuangan soal batas pelampauan defisit anggaran.
"Sekarang kita lagi nunggu surat izin pelampauan defisit yang menandakan kita bisa pinjam. Insya Allah minggu depan," tuturnya. (**)
Editor: Agung Darma Wijaya
