KONI Tinjau Lahan RRI di Sukarame untuk Pengembangan Saran Olahraga

img
Ketua Umum KONI Lampung Taufik Hidayat, Kepala LPP RRI Bandarlampung Budi Suwarno, dan Wakil Ketua Umum IV KONI Lampung A. Chrisna Putra. Foto: Ist.

MOMENTUM, Bandarlampung--Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung meninjau lahan milik Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Lampung yang berada di Kecamatan Sukarame, Kota Bandarlampung, Senin, 2 Februari 2026.

Peninjauan tersebut dipimpin Ketua Umum KONI Lampung Taufik Hidayat, didampingi Wakil Ketua Umum IV KONI Lampung A. Chrisna Putra. Kegiatan itu dilakukan untuk melihat langsung potensi pemanfaatan lahan sebagai sarana olahraga yang mampu menunjang prestasi atlet sekaligus memiliki nilai ekonomis.

Taufik Hidayat mengatakan, pihaknya telah beberapa kali melakukan komunikasi dan kunjungan ke RRI Lampung terkait pemanfaatan lahan tersebut. Dalam peninjauan kali ini, KONI fokus mengkaji cabang olahraga yang paling tepat untuk dikembangkan.

“Ada dua pertimbangan utama, yakni mendukung pembinaan prestasi olahraga dan memberikan pemasukan atau revenue bagi pemilik lahan,” ujar Taufik.

Ia menjelaskan, dibandingkan kawasan Taman Kehati yang diarahkan sebagai ruang olahraga terbuka berbasis konservasi, lahan RRI Sukarame dinilai lebih sesuai dikembangkan menjadi fasilitas olahraga dalam ruang (indoor).

“Faktor akses yang mudah dan lokasi yang strategis menjadi keunggulan utama. Beberapa cabang olahraga yang potensial antara lain padel, senam, mini soccer, serta tidak menutup kemungkinan dikembangkan untuk edukasi anak dalam satu kawasan terpadu. Apalagi lokasinya berdekatan dengan kantor KONI,” katanya.

Sementara itu, Kepala LPP RRI Bandarlampung Budi Suwarno menyampaikan, RRI memiliki kepentingan untuk mengoptimalkan aset lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Olahraga padel memiliki potensi ekonomi yang cukup tinggi dan saat ini sedang diminati masyarakat Lampung, sehingga dinilai cocok dikembangkan di lahan tersebut,” ujar Budi.

Selain padel dan mini soccer, ia menyebutkan panjat tebing sempat menjadi opsi. Namun dari sisi nilai ekonomis, cabang tersebut dinilai masih kalah dibandingkan olahraga lainnya.

Budi berharap KONI Lampung dapat menjembatani RRI dengan para pelaku usaha olahraga agar pemanfaatan lahan tersebut optimal, tidak hanya untuk kepentingan bisnis, tetapi juga mendukung pengembangan olahraga serta fungsi RRI sebagai lembaga penyiaran publik yang memberi manfaat bagi negara dan masyarakat. (**)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos