Menu MBG di Tubaba Disoal

img
Komponen Menu MBG yang disalurkan SPPG Panaraganjaya 04.

MOMENTUM, Panaragan--Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) kembali menuai sorotan. Kali ini, sejumlah kepala sekolah dan wali murid mengeluhkan komponen menu MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panaraganjaya 04.

Program nasional yang digagas pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional itu sejatinya dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa melalui komposisi seimbang: karbohidrat, protein, sayur, buah, serta susu atau sumber kalsium lain. Namun di lapangan, realisasinya disebut jauh dari pedoman tersebut.

Kepala SMP Karya Bhakti Panaragan Ananda Ruri Vianora, mengatakan keluhan wali murid terhada komponen menu MBG itu  sudah disampaikan sejak pekan lalu, tetapi belum mendapat respons.

“Beberapa kepala sekolah sudah menyampaikan keberatan soal menu yang kurang layak. Namun hari ini kembali dikirim makanan yang diduga di bawah standar,” ujarnya, Senin (2-3-2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu yang diterima siswa pada Senin (2-3-2026) hanya berupa bolu kukus, kurma, dan susu 110 ml. 

Sementara pada Kamis pekan sebelumnya, siswa menerima jus anggur, telur rebus, dan satu bungkus kecil biskuit.

Komposisi tersebut memicu pertanyaan soal kelengkapan gizi. Unsur sayur tidak terlihat, sumber karbohidrat utama minim, dan keseimbangan protein dinilai belum terpenuhi.

Kekecewaan juga disampaikan wali murid. Mereka mempertanyakan kesesuaian menu dengan anggaran yang disebut berkisar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per porsi.

“Kalau anggarannya segitu tapi yang diterima anak-anak seperti ini, parah sekali. Kalau begini terus, lebih baik diuangkan saja,” kata Vina salah satu wali murid.

Isu tersebut semakin menguat setelah dalam rapat antara kepala SPPG dan perwakilan BGN pusat pekan lalu ditegaskan bahwa setiap dapur wajib mempublikasikan rincian harga menu harian sebagai bentuk transparansi.

“Disampaikan bahwa rincian harga harus diposting setiap hari. Tapi untuk dapur ini, meski katanya sudah dibuat, tidak dipublikasikan di media sosial resmi,” ungkap Ananda.

Minimnya keterbukaan tersebut menambah tanda tanya publik, terutama di tengah keluhan terkait kualitas makanan yang dibagikan.

Program MBG merupakan kebijakan strategis nasional untuk meningkatkan kualitas gizi dan daya saing generasi muda. Namun tanpa pengawasan ketat dan transparansi anggaran, pelaksanaannya berpotensi menimbulkan persoalan di tingkat teknis.

Hingga berita ini diturunkan, pengelola SPPG Panaraganjaya 04 maupun pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi. (**)






Editor: Munizar





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos