MOMENTUM, Jakarta -- Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, mengkritik kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai langkah yang kurang tepat untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Ia justru mendorong pemerintah memperkuat penggunaan transportasi umum sebagai solusi yang lebih efektif. Bahkan, menurut JK, penggunaan sepeda dapat menjadi alternatif, terutama di daerah.
“Kalau di daerah, kalau perlu naik sepeda,” kata JK di Jakarta, Rabu (1/4/2026). Ia juga menyarankan penyediaan bus bagi para pimpinan sebagai contoh dalam efisiensi energi.
Menurut JK, kebijakan WFH memang dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi pegawai. Namun, secara keseluruhan, penghematan energi dinilai tidak signifikan karena aktivitas perkantoran tetap berjalan, khususnya konsumsi listrik.
“Energi di kantor lebih banyak listrik, bukan BBM. Sementara listrik kita masih banyak bergantung pada batu bara,” ujarnya.
Selain itu, JK menilai penerapan WFH berpotensi menurunkan produktivitas ASN serta mengganggu pelayanan publik. Dalam kondisi ekonomi yang menantang, ia menegaskan kinerja aparatur negara seharusnya ditingkatkan, bukan justru berkurang.
Ia mengingatkan, penurunan efektivitas kerja dapat berdampak luas terhadap dunia usaha yang membutuhkan dukungan layanan pemerintah.
Meski mengakui WFH memiliki sisi positif dalam mengurangi mobilitas, JK menilai kebijakan tersebut bukan solusi utama dalam pengendalian konsumsi BBM. Ia menegaskan, penguatan transportasi umum dan perubahan pola mobilitas masyarakat menjadi langkah yang lebih tepat dan berkelanjutan. (**)
Editor: Muhammad Furqon
