MOMENTUM, Bandarlampung--Penantian masyarakat Gedungaji Tulangbawang akhirnya membuahkan hasil.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akhirnya memperbaiki jalan ruas Gedongaji-Umbulmesir. Selama ini, ruas tersebut belum pernah tersentuh aspal sejak 30 lalu.
Perbaikan ruas jalan tersebut ditandai dengan groundbreaking oleh Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Senin (6-4-2026).
Jihan mengatakan, pembangunan jalan itu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas masyarakat serta memperlancar aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
"Setelah 30 tahun jalan ini ada baru dibangun sekarang. Semoga dengan terbangunnya jalan ini bisa membantu masyarakat lebih produktif dan mendukung berbagai aktivitas masyarakat," kata Jihan.
Dia menjelaskan, total panjang ruas jalan yang dikerjakan mencapai 13 kilometer. Terbaik menjadi dua paket pekerjaan: Gedongaji-Umbulmesir dan Unit VIII-Gedongaji.
Menurut dia, perbaikan tersebut ditargetkan selesai pada September 2026, sesuai dengan instruksi Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.
"Di kontrak tertulis sampai Desember, tapi Pak Gubernur menginstruksikan agar selesai sampai September," sebutnya.
Dia mengakui, tantangan pembangunan infrastruktur saat ini cukup besar, terutama terkait kondisi fiskal daerah yang terbatas.
Meski demikian, proyek perbaikan jalan tersebut tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
"Tantangan hari ini tentu fiskal, dengan berbagai mandatory dan efisiensi. Tapi bagaimanapun ini program prioritas yang alhamdulillah bisa terlaksana," tutupnya.
Sementara, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung M Taufiqullah mengatakan, ruas Gedongaji-Umbulmesir merupakan salah satu jalan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat.
Menurut dia, proyek perbaikan ruas jalan itu dianggarkan sebesar Rp135 miliar.
"Ini salah satu ruas yang paling banyak dikeluhkan masyarakat. Di sini ada dua paket pekerjaan dengan anggaran Rp135 miliar," jelasnya.
Dia menyebutkan, total panjang ruas jalan di kawasan tersebut mencapai sekitar 31 kilometer. Dari jumlah itu, kondisi rusak mencapai lebih dari 20 kilometer.
Selain itu, jalan tersebut juga belum pernah tersentuh pembangunan sebelumnya.
"Selama ini banyak keluhan masyarakat, bahkan kendaraan sering tidak bisa melintas. Ini memang daerah yang belum pernah tersentuh pembangunan karena keterbatasan pembiayaan," terangnya.
Taufiq menegaskan, pembangunan jalan itu menjadi perhatian khusus pemerintah daerah karena kawasan tersebut merupakan wilayah lumbung pangan.
"Pak Gubernur sangat concern karena sesuai arahan Presiden, wilayah ini merupakan lumbung pangan sehingga infrastruktur menjadi prioritas," tutupnya. (**)
Editor: Agung Darma Wijaya
