Pemkab Lampura Gelar Operasi Pasar Minyakita untuk Tekan Lonjakan Harga

img
Operasi pasar murah Minyakita di Pasar Sentral Kotabumi Lampung Utara. Foto: Ist.

MOMENTUM, Kotabumi -- Pemerintah Kabupaten Lampung Utara bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Perum Bulog menggelar operasi pasar murah Minyakita secara serentak selama Mei 2026 guna menekan lonjakan harga minyak goreng yang turut memicu inflasi bulanan sebesar 0,53 persen pada April 2026.

Operasi pasar tersebut mulai dilaksanakan di sejumlah titik di Kabupaten Lampung Utara, termasuk di halaman Pasar Sentral Kotabumi, Selasa (12/5/2025), dengan penyaluran minyak goreng bersubsidi kepada masyarakat pada hari kerja.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lampung Utara, Hendri, mengatakan operasi pasar Minyakita dilakukan sebagai langkah intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya minyak goreng.

“Operasi pasar murah Minyakita ini merupakan bentuk upaya menekan inflasi, terutama akibat kenaikan harga minyak goreng di pasaran,” kata Hendri di sela kegiatan.

Menurut dia, operasi pasar murah tersebut akan berlangsung sepanjang Mei 2026 secara serentak di wilayah Lampung Utara melalui kolaborasi antara Pemkab Lampura, Pemerintah Provinsi Lampung, dan Bulog.

Selama periode itu, diperkirakan sekitar 300 dus atau sekitar 12 ribu liter Minyakita akan didistribusikan ke masyarakat.

“Untuk hari ini di Pasar Sentral Kotabumi, kami menyalurkan sekitar 50 dus atau sekitar 600 liter Minyakita,” ujarnya.

Hendri menjelaskan, operasi pasar dilakukan karena harga minyak goreng di tingkat eceran mengalami kenaikan dan bervariasi di pasaran, berkisar antara Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per liter.

Melalui operasi pasar tersebut, pemerintah menjual Minyakita sesuai harga eceran tertinggi (HET) agar lebih terjangkau masyarakat.

“Kalau di tingkat eceran harganya bervariasi, maka di pasar murah ini dijual sesuai HET,” katanya.

Kegiatan operasi pasar tersebut juga mendapat perhatian Ketua TP PKK Lampung Utara, Meri Farida Hamartoni, yang hadir meninjau pelaksanaan dan memberikan apresiasi terhadap langkah stabilisasi harga yang dilakukan pemerintah daerah.

Sementara itu, anggota Tim Percepatan Pembangunan (TPP) Gubernur Lampung Bidang Perindustrian dan Perdagangan, Mahendra Utama, menilai intervensi pasar diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga bahan pokok.

Menurut Mahendra, data inflasi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi sinyal perlunya langkah cepat pemerintah agar lonjakan harga tidak membebani masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.

“Operasi pasar bertindak layaknya peredam kejut ketika rantai distribusi terganggu. Upaya stabilisasi harus nyata dan langsung menyentuh masyarakat,” ujar Mahendra di Bandar Lampung, Senin (11/5).

Ia menyebut terbatasnya pasokan Minyakita dalam beberapa bulan terakhir dipengaruhi tingginya penyerapan untuk program bantuan sosial pada periode Februari hingga April, sehingga distribusi reguler ke pedagang eceran berkurang dan memicu kelangkaan di tingkat konsumen.

Karena itu, operasi pasar Minyakita dijadwalkan berlangsung hingga akhir Mei 2026 pada setiap hari kerja guna menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga di pasaran.(**)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos