Lampung Perluas Akses Pendidikan bagi Anak Putus Sekolah

img
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdialog dengan masyarakat dalam kunjungan kerja di Kecamatan Pugungraharjo, Kabupaten Lampung Timur, Senin (6/7/2026). Foto: Ist.

MOMENTUM, Pugungraharjo – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperluas akses pendidikan melalui berbagai program strategis, mulai dari SMA Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), SMA Terbuka, hingga program Satu Desa Satu Sarjana yang akan mulai dijalankan pada 2027. 

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menekan angka putus sekolah di Provinsi Lampung.

Komitmen itu disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat berdialog dengan masyarakat dalam kunjungan kerja di Kecamatan Pugungraharjo, Kabupaten Lampung Timur, Senin (6/7/2026).

Gubernur mengatakan peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Karena itu, Pemprov Lampung menghadirkan dua skema pendidikan menengah yang lebih fleksibel bagi anak-anak yang tidak dapat melanjutkan sekolah.

Program SMA Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang diselenggarakan melalui SMA Negeri 2 Bandarlampung menyasar anak putus sekolah berusia 16–18 tahun yang telah lulus dari jenjang sebelumnya minimal satu tahun. Sistem pembelajarannya dilakukan dengan komposisi 70 persen daring dan 30 persen tatap muka, sedangkan lulusannya akan memperoleh ijazah SMA Negeri 2 Bandar Lampung.

Selain itu, Pemprov Lampung juga membuka program SMA Terbuka bagi anak putus sekolah berusia 16–21 tahun. Program tersebut menerapkan pembelajaran tatap muka dua kali dalam sepekan sehingga peserta didik tetap dapat melanjutkan pendidikan dengan jadwal yang lebih fleksibel.

"Kedua program ini menjadi solusi untuk menekan angka putus sekolah sekaligus memperluas akses pendidikan menengah bagi masyarakat," kata Rahmat Mirzani Djausal.

Tak hanya pada jenjang pendidikan menengah, Pemprov Lampung juga menyiapkan program Satu Desa Satu Sarjana yang akan diluncurkan mulai 2027. Program itu ditujukan untuk mencetak sedikitnya satu lulusan sarjana di setiap desa yang diharapkan kembali membangun daerah asal sekaligus meningkatkan kualitas SDM di Lampung.

Di sektor pendidikan, pemerintah provinsi juga terus mendorong pembangunan ruang kelas baru untuk meningkatkan kapasitas layanan pendidikan di berbagai wilayah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Thomas Amirico mengungkapkan masih terdapat sekitar 500 ribu data pendidikan warga di Kabupaten Lampung Timur yang belum diperbarui pada dokumen administrasi kependudukan.

Akibatnya, banyak warga masih tercatat berpendidikan SD atau SMP di Kartu Keluarga meski jenjang pendidikan yang telah ditempuh sebenarnya lebih tinggi.

Thomas meminta kepala desa membantu masyarakat memperbarui data pendidikan agar sesuai dengan kondisi riil. Menurutnya, data yang akurat sangat penting untuk mendukung penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Lampung.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur juga meninjau Taman Purbakala Pugungraharjo. Pemerintah Provinsi Lampung sebelumnya telah menetapkan Desa Pugungraharjo sebagai Desa Wisata Budaya, salah satu dari 16 desa di Lampung yang memperoleh status tersebut.(*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos