MOMENTUM, Panaragan – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tulangbawang Barat mengusulkan rehabilitasi SMP Negeri 5 Tumijajar kepada pemerintah pusat. Usulan itu diajukan menyusul ditemukannya sejumlah kerusakan ruang kelas yang membutuhkan perbaikan.
Usulan tersebut disampaikan Kepala Disdikbud Tulangbawang Barat M Cheri Sopian usai meninjau kondisi sarana dan prasarana sekolah di sela-sela serah terima jabatan kepala SMPN 5 Tumijajar, Selasa (21/7/2026).
Dari hasil peninjauan, sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan, terutama pada bagian plafon yang terlepas sehingga perlu segera diperbaiki.
"Kami meninjau langsung kondisi kerusakan sarana dan prasarana di SMPN 5 Tumijajar. Ada beberapa ruang kelas yang mengalami kerusakan, terutama plafon yang copot. Terkait hal ini kami sudah mengajukan proposal rehabilitasi ke pemerintah pusat," kata Cheri.
Ia menjelaskan, kerusakan tersebut belum masuk kategori rusak berat sehingga belum dapat diusulkan melalui skema pendataan Dapodik. Di sisi lain, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga tidak mencukupi untuk membiayai rehabilitasi bangunan.
"Karena kerusakan ini tidak mungkin lewat Dapodik sebab belum masuk kategori rusak berat. Namun, tidak memungkinkan juga menggunakan dana BOS karena anggarannya tidak mencukupi. Oleh karena itu, kami sudah mengajukan proposal bantuan ke pemerintah pusat. Semoga segera disetujui sehingga perbaikan dapat dilaksanakan," ujarnya.
Cheri berharap usulan tersebut mendapat persetujuan sehingga rehabilitasi dapat segera dilakukan dan kegiatan belajar mengajar di SMPN 5 Tumijajar berlangsung lebih aman dan nyaman.
Sebelumnya, Cheri menghadiri serah terima jabatan Kepala SMPN 5 Tumijajar dari Dimanto Bangun kepada Tri Yulianti. Setelah prosesi sertijab, ia bersama jajaran Disdikbud meninjau langsung kondisi bangunan sekolah.(*)
Editor: Muhammad Furqon
