MOMENTUM, Jakarta -- Nama Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menjadi perhatian publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Anom, Selasa (28/7/2026).
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya operasi senyap tersebut. Namun, lembaga antirasuah itu belum mengungkap perkara yang menjadi dasar OTT maupun pihak-pihak lain yang turut diamankan.
KPK menyatakan masih melakukan pemeriksaan awal. Penjelasan mengenai konstruksi perkara dan status hukum pihak-pihak yang diamankan akan disampaikan setelah proses tersebut selesai.
Sebelum memasuki dunia politik, Anom Widiyantoro dikenal sebagai figur profesional dengan pengalaman panjang di sektor korporasi, khususnya lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pria kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 20 Maret 1970 itu menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Kota Cimahi dan Bandung. Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 1996.
Tak berhenti di jenjang sarjana, Anom memperdalam kompetensi manajemen dengan menyelesaikan program Magister Manajemen di Universitas Padjadjaran pada 2005.
Karier profesionalnya di dunia BUMN mengantarkan Anom dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis. Salah satu jabatan yang pernah diembannya adalah Direktur PT Wijaya Karya Realty, anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Perjalanan karier tersebut kemudian membawanya masuk ke panggung politik. Pada Pilkada Pemalang 2024, Anom maju sebagai calon Bupati Pemalang berpasangan dengan Nurkholes, seorang pensiunan aparatur sipil negara (ASN).
Pasangan Anom-Nurkholes memperoleh 278.043 suara atau sekitar 44,51 persen suara sah dan ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Pemalang. Keduanya kemudian dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pemalang periode 2025–2030 pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Di luar aktivitas pemerintahan, Anom juga dikenal memiliki perhatian terhadap dunia kreatif. Bersama keluarga, ia mengelola Cafe Locomotif yang menjadi ruang bagi komunitas seni, band lokal, teater, hingga pegiat perfilman untuk berkarya.
Dalam kehidupan pribadi, Anom menikah dengan Noor Faizah Maenofie pada 1999. Keduanya disebut bertemu saat mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ketika masih menjadi mahasiswa.
Kini, perjalanan politik dan karier Anom tengah menjadi sorotan setelah OTT KPK. Hingga saat ini, KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan dan belum menetapkan status hukum Bupati Pemalang tersebut.(*)
Editor: Muhammad Furqon
