MOMENTUM, Surabaya--Kebakaran melanda KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu (2/8). Hingga Senin (3/8), sebanyak 218 penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat, sementara empat orang dilaporkan meninggal dunia.
Kapal yang melayani rute Surabaya–Makassar itu mengangkut sekitar 250 orang, serta puluhan kendaraan, termasuk truk, mobil, sepeda motor, dan satu alat berat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengatakan selain kapal, kebakaran juga berdampak pada kendaraan yang berada di dalamnya.
"Kapal terbakar satu unit, motor 15 unit, mobil 25 unit, truk 140 unit, alat berat satu unit," kata Satriyo.
Hingga Minggu pukul 14.40 WIB, proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan menggunakan Kapal TB Hasnur 26, Kapal British Mentor, KN SAR 249 Permadi, dan RIB 01 Sumenep. Saat itu, sekitar 40 penumpang masih berada di atas kapal.

Menteri Perhubungan Dody Purwagandhi memastikan KM Mutiara Sentosa 2 tidak tenggelam. Menurutnya, api telah berhasil dipadamkan, meski asap masih terlihat keluar dari bagian dalam kapal.
"Tidak tenggelam, masih terapung. Fisik kapal tidak tenggelam, tetapi api sudah padam. Mungkin masih ada asap yang mengepul di dalam kapal," ujar Dody di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (3/8).
Saat ini, Kementerian Perhubungan bersama tim gabungan memprioritaskan pendataan dan pencocokan identitas penumpang yang telah dievakuasi dengan manifes perusahaan pelayaran. Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang telah ditemukan.
"Semua penumpang yang masuk ke sini akan kami cocokkan dengan manifes dari perusahaan. Apakah memang sudah semua terevakuasi atau masih ada yang belum sehingga perlu dilakukan pencarian," kata Dody.
Proses evakuasi dilakukan secara bertahap menggunakan tujuh kapal bantuan, termasuk satu kapal perang TNI Angkatan Laut (KRI), yang mengangkut para penumpang menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Penyebab kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 hingga kini masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Tim gabungan juga terus memastikan tidak ada lagi penumpang yang tertinggal di atas kapal.(*)
Editor: Muhammad Furqon
