MOMETUM, Pringsewu--Pembangunan di Kabupaten Pringsewu tak boleh sebatas infrastruktur: jalan, jembatan, dan gedung. Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menegaskan, membangun sumber daya manusia (SDM) jauh lebih penting untuk melahirkan daerah yang maju, beriman, berilmu, dan berakhlak.
Penegasan itu disampaikan Riyanto saat menghadiri Pengajian Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, sekaligus Haul KH Abdullah Sayuti di Pondok Pesantren Nurul Huda, Pringsewu Selatan, Sabtu (29-8-2026) malam.
Menurut Riyanto, pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan mental dan spiritual masyarakat. Karena itu, pesantren dan ulama dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
"Membangun daerah bukan hanya membangun jalan, jembatan, dan gedung. Jauh lebih penting adalah membangun manusianya,” tegas Riyanto.
Dia mengatakan, ukuran kemajuan daerah bukan semata pertumbuhan ekonomi. Daerah yang maju juga harus memiliki masyarakat yang beriman, berilmu, berakhlak, dan mampu menjaga kerukunan.
Riyanto mengajak ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, santri, serta keluarga besar Ponpes Nurul Huda bersinergi dengan pemerintah daerah mengawal pembangunan Pringsewu. “Pesantren adalah mitra strategis bagi mewujudkan cita-cita tersebut,” ujarnya.
Riyanto menambahkan, komitmen itu sejalan dengan visi Pringsewu Makmur: Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul, dan Religius.
Pemkab Pringsewu, lanjut dia, akan terus mendorong pemerataan infrastruktur, pendidikan, dan teknologi, sekaligus memperkuat kualitas SDM serta pelayanan publik.
Pengajian akbar tersebut menghadirkan KH Achmad Yazid Bustomi, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Falah Al-Hasani, Pasuruan, Jawa Timur. Kegiatan turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, penasihat Majelis Kemakmuran Nurul Huda KH M. Shohib, serta keluarga besar Ponpes Nurul Huda. (**)
Editor: Munizar
