MOMENTUM, Metro--Selama bertahun-tahun, pemanfaatan toko di Pasar Shopping Center, Pusat Kota Metro, belum memberikan kontribusi PAD (pendapatan asli daerah) dari sektor sewa kepada Pemkot Metro. Padahal, bangunan milik Pemkot Metro tersebut masih dimanfaatkan sejumlah pedagang hingga saat ini.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Metro Ardah mengatakan, selama ini tidak ada penerimaan dari sewa toko di Shopping Center yang masuk ke kas daerah.
"Tidak ada PAD yang masuk ke Pemkot Metro dari sewa toko di Shopping itu," kata Ardah usai mengikuti rapat koordinasi di ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Kamis (10/9/2026).
Menurut Ardah, kondisi tersebut terjadi setelah kontrak dengan pihak pengembang berakhir beberapa tahun lalu. Sejak itu, pendapatan yang diterima Disperindag dari aktivitas di Pasar Shopping Center hanya berupa retribusi salar.
"Selama ini Disperindag Kota Metro hanya menerima retribusi salar. Sementara untuk tarif sewa-menyewa toko dari aktivitas di Shopping Center itu tidak ada sama sekali," ujarnya.
"Kami Disperindag hanya menerima retribusi salar, tidak menerima tarif sewa-menyewa toko," tegasnya.
Ardah mengatakan, kondisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Karena itu, pengelolaan Shopping Center menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian Pemkot Metro, terutama terkait tata kelola aset dan potensi penerimaan PAD.
Selain persoalan pengelolaan dan kontribusi terhadap PAD, kondisi fisik bangunan Shopping Center juga menjadi perhatian.
Ardah mengatakan, Pemkot Metro belum pernah melakukan uji kelayakan terhadap bangunan Shopping Center. Menurut dia, uji kelayakan pernah dilakukan Paguyuban Pedagang Shopping Center melalui Universitas Lampung sekitar 2007.
"Pemkot belum pernah melakukan uji kelayakan bangunan Shopping Center. Uji kelayakan pernah dilakukan oleh Paguyuban Pedagang Shopping Center melalui Universitas Lampung kurang lebih tahun 2007," jelasnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah bagian bangunan Shopping Center tampak mengalami keretakan. Bagian atap juga dilaporkan mengalami kebocoran ketika hujan turun.
Selain itu, pada beberapa bagian bangunan terlihat ditumbuhi lumut sehingga kondisi kawasan tampak kurang terawat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena diperlukan pemeriksaan teknis terhadap bangunan untuk mengetahui tingkat kelayakan dan keamanannya.(*)
Editor: Muhammad Furqon
