Bupati Pesawaran Lantik Enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

img
Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian melantik enam pejabat piminan tinggi pratama di lingkungan pemkab setempat. Foto: Ist.

MOMENTUM, Gedongtataan – Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian melantik enam pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan pemerintah kabupaten setempat.

Enam pejabat tersebut akan menempati sejumlah perangkat daerah dengan tugas dan karakter persoalan yang berbeda.

Berikut enam pejabat yang dilantik:

Riswanda Djunaidi dipercaya sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pesawaran.

Tanwir menjabat Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Pesawaran.

Selanjutnya, Iswanto dipercaya sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pesawaran.

Feriani Said menjabat Kepala Dinas Sosial Pesawaran.

Achmad Fajar dipercaya sebagai Kepala Dinas Perhubungan Pesawaran.

Sementara Arief Budiman menjabat Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Pesawaran.

"Masing-masing perangkat daerah memiliki tantangan dan ruang kerja yang berbeda. Karena itu, konsolidasi menjadi penting agar kepemimpinan baru dapat segera memahami kondisi organisasi sekaligus memetakan prioritas yang harus dikerjakan," kata Nanda saat memimpin prosesi pelantikan di lapangan Pemkab Pesawaran, Senin (14-9-2026).

Nanda menekankan, jabatan tidak boleh dipandang semata sebagai peningkatan posisi dalam struktur birokrasi. Di balik sebuah jabatan terdapat kepercayaan pimpinan, tanggung jawab kepada masyarakat, serta amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

“Jabatan adalah amanah. Jabatan ini adalah bentuk kepercayaan, baik kepercayaan dari pimpinan, terlebih lagi kepercayaan dari masyarakat dan Allah SWT,” kata Nanda.

Menurutnya, ukuran keberhasilan seorang pejabat bukan pada tingginya posisi yang diduduki, melainkan pada apa yang mampu dikerjakan dan ditinggalkan selama menjalankan amanah tersebut.

Nanda juga meminta enam pejabat yang baru dilantik tidak larut dalam seremoni pergantian jabatan. Mereka diminta segera turun ke organisasi, mengenali persoalan, mendengarkan jajaran, melakukan konsolidasi, sekaligus membangun tim kerja yang solid.

Selain itu, Nanda memberikan penekanan pada aspek keteladanan. Menurutnya, kepemimpinan birokrasi tidak cukup dibangun melalui instruksi. Seorang pimpinan harus terlebih dahulu menunjukkan contoh melalui kedisiplinan, etos kerja, integritas, dan perilaku sehari-hari.

"Pejabat yang baru dilantik diharapkan menjadi role model bagi bawahannya maupun rekan kerja. Sebab, budaya organisasi pada akhirnya tidak hanya dibentuk oleh aturan tertulis, tetapi juga oleh perilaku para pemimpinnya," harapnya.

Keteladanan dinilai penting karena masyarakat tidak hanya menilai pemerintah dari kebijakan yang dibuat, tetapi juga dari bagaimana aparatur menjalankan tugas dan memberikan pelayanan.(*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos