Dampak Virus Corona Meluas, Kampus Terapkan Sistem Daring

img
Ilustrasi perkuliahan daring atau online.//ist

MOMENTUM, Bandarlampung--Dampak virus corona (covid-19) di Provinsi Lampung kian meluas.

Dampaknya juga mempengaruhi kegiatan belajar mengajar di dunia kampus.

Sehingga berbagai Perguruan Tinggi (PT) mulai menerapkan sistem perkuliahan dalam jaringan (daring) atau online.

Diantaranya; Universitas Lampung (Unila), Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Institut Teknologi Sumatera (Itera), Universitas Bandarlampung (UBL), Universitas Mitra Indonesia (Umitra), serta beberapa kampus lainnya.

Kebijakan itu mengacu pada Surat Edaran Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, tertanggal 9 Maret 2020.

Surat bernomor 3 tahun 2020 tentang pencegahan Covid-19, butir ke 16 yang berbunyi menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, atau kegiatan di lingkungan luar satuan pendidikan. 

Juru bicara Rektor Universitas Lampung (Unila) Nanang Trenggono mengatakan, kegiatan belajar tatap muka diganti perkuliahan daring. Sistem itu diberlakukan terhitung sejak 16-28 Maret.

Kebijakan tersebut termuat dalam surat edaran Rektor Unila Prof Karomani bernomor 2023/UN26/TU/2020 tentang protokol darurat pencegahan penyebaran inveksi covid-19.

"Untuk sementara kuliah tatap muka kita tiadakan sesuai surat edaran, diganti dengan pembelajaran daring," kata Nanang Trenggono saat jumpa pers di Gedung Rektorat Unila, Senin (16-3-2020).

Nanang menjelaskan, mahasiswa Unila akan melaksanakan perkuliahan melalui aplikasi virtual class (Vi-class) yang dikelola Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Universitas Lampung (LP3M Unila) bersama Unit Pelaksana Teknis, Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPT-TIK) Unila. 

"Hingga saat ini ada 500 dosen dari seluruh fakultas sudah dilatih untuk daring. Siang ini sudah bisa diakses," ujarnya. 

Namun, sambung Nanang, untuk kegiatan perkuliahan dalam bentuk praktikum tetap diselenggarakan di dalam kelas. Tempat-tempat praktikum yang akan dipakai telah dipersiapkan dengan baik (antisipasi corona).

"Sedangkan, untuk pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) diminta untuk menjadwalkan ulang atau mengganti dengan metode lain," terangnya.

Hal senada disampaikan Kepala Humas Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) Hayatul Islam. Dia mengatakan, UIN setempat juga telah memberlakukan sistem perkuliahan daring.

Hal itu berdasarkan surat edaran Nomor 64 tahun 2020 terkait antisipasi virus corona yang dikeluarkan Rektor UIN RIL Prof Moh Mukri, tertanggal 16 Maret 2020.

“Untuk surat edaran berlaku hingga 14 hari ke depan, apabila telah 14 hari keadaan belum juga membaik, maka perkuliahan daring akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi," kata Hayatul, Senin (16-3).

Hayatul menjelaskan, dalam perkuliahan daring pihaknya menggunakan Sistem Informasi Akademik (Siakad) e-learning (pembelajaran elektronik) yang diberlakukan sejak 17 Maret.

"Kemudian, untuk mahasiswa yang akan melakukan bimbingan skripsi, juga melalui sistem online, yakni menggunakan whatsapp serta email. Yang pasti UIN RIL membatasi tatap muka," jelasnya.

Terkait pemberlakuan sistem pembelajaran online, Hayatul menyebutkan agar para mahasiswa menghubungi dosen masing-masing mengenai metode tersebut. 

"Hal itu, agar target pembelajaran tetap terjaga. Artinya mahasiswa walaupun tidak ke kampus tetap belajar," ucapnya.

Selain itu, untuk mahasiswa Ma'had Al-Jami'ah atau yang bermukim di asrama, untuk sementara dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. “Untuk semua kegiatan mahasiswa di Ma'had Al-Jami'ah ditunda untuk sementara waktu,” ujarnya.

Dia menghimbau, untuk para mahasiswa UIN RIL agar tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar meski dilakukan dari rumah.

"Walaupun tidak ke kampus, kami himbau untuk berada di rumah masing-masing serta tidak keluar rumah jika tidak diperlukan," imbaunya.

Bukan Cuma Unila dan UIN. Itera juga memberlakukan sistem serupa, perkuliahan daring. Itera juga meniadakan Ujian Tengah Semester (UTS) dan menggantinya dengan ujian daring.

Hal itu termuat dalam surat edaran nomor T/111/IT9.A/HK.11/2020, tentang pencegahan penyebaran corona (Covid-19) di lingkungan Itera, Senin (16-3). 

“Itera akan menerapkan kuliah daring bagi seluruh mahasiswa dan dosen, mulai 16-28 Maret 2020. Petunjuk teknis pelaksanaan kuliah daring akan dikoordinasikan oleh UPT TIK Itera kepada seluruh program studi,” kata Rektor Itera Prof. Ir. Ofyar Z Tamin, melalui siaran persnya. 

Lebih lanjut rektor menjelaskan, saat ini Itera telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus yang akan melakukan tindakan pencegahan dan melakukan tindak antisipasif penyebaran virus Covid-19 dan membuka layanan Itera Care Corona sebagai pelaporan secara online bagi sivitas akademika kampus setempat.

“Kami mengimbau seluruh sivitas akademika Itera tetap menjaga stamina dan kondisi tubuh serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” imbaunya.

Bagi sivitas akademika yang mengalami gejala batuk, flu dan, demam di atas 38 derajat, diharap untuk melakukan isolasi secara mandiri dengan tidak datang ke kampus.

“Segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan terdekat serta menghubungi call center Satgas Pencegahan Penyebaran (Covid-19) di Lingkungan Itera di nomor 081379121716,” serunya.

Selain kampus negeri, beberapa kampus swasta di provinsi setempat, khususnya Kota Bandarlampung juga telah menggunakan perkuliahan daring. Seperti halnya UBL.

Rektor UBL Prof Yusuf S Barusman telah mengeluarkan surat edaran bernomor 154/U//UBL/III/2020 tertanggal 16 Maret 2020.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa kegiatan akademik, poin pertama perkuliahan dilaksanakan daring (online) atau penugasan.

Begitu pun dengan kegiatan ujian, bimbingan, konsultasi dan response serta sejenisnya juga dilaksanakan daring.

“Namun untuk kegiatan ujian akhir (skripsi, tesis, dan sejenisnya) dengan peserta terbatas, masih dapat dilaksanakan di dalam ruangan ujian dengan mitigasi sebagai bagian teknis kewaspadaan,” kata Kepala Biro Marketingdan Humas UBL Berry membacakan surat edaran rektor kampus setempat.

Kampus Umitra juga menerapkan hal serupa. Penerapan sistem perkuliahan daring diberlakukan mulai Selasa (17-3).

“Kita menggunakan aplikasi daring dan penugasan yang dimonitoring oleh fakultas dan ketua program studi. Kebijakan ini diberlakukan mulai besok (17-3), hinnga dua pekan mendatang,” kata Agus Setiyo, Kepala Bagian Humas Umitra, Senin (16-3).

Tanggapan Mahasiswa

Mahasiswi Fakultas Hukum Unila, Bella Sabrina (22) mengatakan, pemberlakuan sistem perkuliahan online terdapat sisi positif dan negatif. 

"Hal positifnya, menghindari kontak fisik dengan keramaian. Kemudian, hal negatifnya kebanyakan disalahgunakan. Karena yang ditakutkan, banyak yang menggunakan hal tersebut untuk liburan," kata Bella.

Mahasiswi jurusan Hukum Administrasi Kenegaraan smester VIII itu berharap, masalah virus corona cepat berlalu dan segera ditemukan solusi oleh pemerintah. "Mudah-mudahan kejadian ini cepat berlalu agar aktivitas kembali seperti biasa," harapnya.

Terpisah, mahasiswi Fakultas FKIP UBL Ratu Nizaitun Aliya (17) mengaku lebih senang belajar tatap muka, ketimbang daring.

“Kalau belajar di kelas itu kan bisa langsung Tanya jawab dengan dosen. Jadi ada interaksi. Lewat daring juga bisa Tanya jawab, tapi ada kendala,” ungkap dia.

Kendala yang dimaksud salah satunya soal jaringan internet. “Kadang-kadang internetnya lolak (loding lama). Itu yang membuat kami terkadang sulit. Karena kan tidak di semua tempat jaringan internetnya bagus,” jelasnya.

Namun demi alasan kesehatan, pola daring untuk sementara waktu dianggapnya menjadi solusi.

“Ini kan diberlakukan untuk meminimalisir penyebaran virus. Jadi tidak apa-apa. Semoga cepat selesai dan ditemukan vaksin virus ini,” harapnya.

Sedangkan mahasiswa Umitra, Ruski (23) mengaku tidak terlalu repot dengan adanya masalah corona. Dia pun siap saja mengikuti aturan yang diberlakukan kampus.

“Kami mah mau daring atu pun belajar di kelas langsung tidak masalah. Yang penting kan pembelajarannya,” kata dia.(**)

Laporan: Rifat/Vino/Agung

Editor: Andi Panjaitan



Leave a Comment