Nilai Tukar Petani di Lampung Naik

img
Petani saat membawa hasil panen padi dari sawah./ist

MOMENTUM, Bandarlampung--Nilai tukar petani (NTP) di Provinsi Lampung mengalami peningkatan sebesar 0,35 persen pada Juni 2020.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Faizal Anwar mengatakan, kenaikan itu karena beberapa komoditas pertanian mengalami kenaikan harga. Seperti komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan tangkap, serta perikanan budidaya.

"Pada Juni 2020, daerah perdesaan di Provinsi Lampung, mengalami inflasi sebesar 0,51 persen," kata Faizal, Minggu (5-7).

Kenaikan harga yang mendukung peningkatan NTP di Provinsi Lampung berasal dari subsektor perikanan budidaya dengan 100,89. Sektor itu mengalami kenaikan sebesar 0,63 persen dari sebelumnya.

"Hal itu disebabkan, biaya yang diterima mencapai 0,93 persen dan pengeluaranya 0,34 persen," terangnya.

Sementara dari 34 provinsi per Juni 2020, ada 13 daerah mengalami kenaikan NTP dan 21 lainnya mengalami penurunan. 

"Kenaikan tertinggi di Jambi dengan peningkatan 2,63 persen. Sedangkan penurunan NTP terbesar berada di Kalimantan Barat yakni turun 2,33 persen," sebutnya

Berdasarkan data BPS Lampung, NTP padi dan palawija turun sebesar 0,33 persen di bulan Juni 2020. Kemudian NTP hortikultura per Juni 96,26 naik 2,25 persen. Lalu, NTP tanaman perkebunan rakyat mengalanmi kenaikan menjadi 87,04 atau 0,67 persen.

Kemudian, NTP peternakan mencapai 99,19 naik 0,91 persen di bulan Juni 2020. Kemudian, NTP perikanan tangkap naik 100,32 atau 1,27 persen serta NTP perikanan budidaya sebesar 100,89 turun 0,63 persen dari bulan sebelumnya.(**)

Laporan: Vino Anggi Wijaya

Editor: Agus Setyawan



Leave a Comment