Oknum Lurah Kemiling Berfoto di Posko Paslonkada

img
Lurah Kemilingpermai, Wanjaya (tengah) bersama LPM saat berfoto di posko paslonkada nomor urut 03. Foto: ist

MOMENTUM, Bandarlampung--Memasuki masa kampanye, oknum lurah berfoto bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kemilingpermai di depan posko pemenangan pasangan calon kepala daerah (paslonkada) nomor urut 03.

Begitulah pesan yang masuk ke redaksi harianmomentum.com, seraya melampirkan dua buah foto yang dimaksudkannya, Minggu malam (18-10-2020).

“Yang berfoto bersama LPM di depan posko pemenangan paslonkada nomor 3 itu adalah Lurah Kemilingpermai, Kecamatan Kemiling, Wanjaya. Besok yang bersangkutan akan dipanggil Panwascam,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya itu.

Lurah Kemilingpermai, Wanjaya, membenarkan terkait foto tersebut. Menurut dia, kejadian itu tidak disengaja.

Dia pun mengaku menyesal, usai berfoto di depan posko pemenangan paslonkada Eva-Deddy itu.

"Saya nyesel lah, orang saya tidak tau. Saya belum pernah selama ini yang begitu-begitu, belum pernah kejadian," kata Wanjaya saat dikonfirmasi Harianmomentum.com melalui sambungan telepon, Minggu malam (18-10).

Anehnya, sang lurah mengaku tidak mengetahui jika tempat berfoto tersebut merupakan posko pemenangan paslonkada nomor urut 03.

Soal spanduk spanduk besar milik paslonkada yang menjadi latar belakang foto, lagi-lagi dia pun mengaku tidak mengetahuinya.

"Kalau tau ngapain sih saya ke situ. Saya tau benar soal itu (aturan bahwa ASN dilarang mendukung paslonkada, red). Maka saya bilang ya Allah, kalau tau seperti ini tidak mau saya (berfoto di situ, red)," kilahnya.

Terkait kronologis, Wanjaya menerangkan saat itu kebetulan sedang berkeliling dan melintas tepat di depan posko pemenangan tersebut. Namun, setibanya di depan posko dia dipanggil oleh warga.

"Saya kan biasa keliling, karena itu merupakan wilayah saya. Nah kebetulan saya lewat, dipanggil sama mereka (warga) untuk mampir serta berfoto, kenang-kenangan dan salah satunya disitu ada LPM Kelurahan Kemilingpermai," tuturnya.

Menurut dia pengambilan foto tersebut sudah lama. Bukan dalam waktu dekat. "Itu sudah lama, bukan dalam minggu-minggu ini," ujarnya.

Lebih lanjut dia menegaskan, saat berfoto tidak ada maksud dan tujuan lain, hanya sekedar mampir karena dipanggil warga yang berada di posko pemenangan itu.

"Untuk tujuan sih tidak ada, saya cuma dipanggil sama mereka untuk foto. Saya juga tidak tau namanya kita lewat. Tidak tau juga di belakang ada banner (Eva - Deddy, red). Saya juga tidak tau kalau itu posko pemenangan 03," jelasnya.

Baca juga: Kampanyekan Paslonkada, Oknum Pejabat Pemkot Terancam Pidana

Terpisah, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bandarlampung Candrawansyah mengatakan, pihaknya masih menelusuri terkait kebenaran foto tersebut.

Karenanya, Candra belum bisa berkomentar banyak soal dugaan ketidaknetralan Aparatur Sipil Negara (ASN) pasca penetapan paslonkada itu.

“Nanti akan dicari infonya terlebih dahulu. Rencananya besok yang bersangkutan mau dipanggil (oleh Panwascam),” singkat Candra melalui pesan whatsapp.

Meski demikian, Candra menegaskan bahwa ASN harus netral. Maka, aksi berfoto semacam itu tidak diperkenankan.

“Tidak boleh, itu menunjukkan keberpihakan. Tapi memang perlu meminta keterangan kepada orang-orang yang ada di sana,” jelasnya.(**)

Laporan: Vino Anggi Wijaya

Editor: Agung Chandra W



Leave a Comment