Lampung Targetkan Angka Stunting Turun Jadi 15 Persen

img
Wakil Gubernur Lampung Chusnunia

MOMENTUM, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menargetkan angka stunting turun 3,5 persen pada tahun 2022.

Sehingga angka stunting di Lampung yang saat ini berada pada 18,5 persen bisa menjadi 15 persen.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Chusnunia saat Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting 2022 di Swiss-Belhotel Bandarlampung, (24-5-2022).

Nunik—sapaan Chusnunia mengungkapkan, pada 2018 angka stunting di Lampung berada pada 26 persen. Kemudian, tahun 2021 turun menjadi 18,5 persen.

"Ini cukup baik. Karenanya tahun ini kita targetkan stunting turun sampai angka 15 persen," jelasnya.

Untuk mencapai target itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus bekerjasama. Termasuk pemerintah kabupaten/kota.

"Program ini melibatkan banyak pihak. Mulai dari OPD, organisasi masyarakat, dan LSM terkait anak hingga Tim Penggerak PKK," jelasnya.

Menurut Nunik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengentaskan masalah stunting. Seperti pemenuhan gizi, sanitasi dan lainnya. 

"Terutama stop buang air besar sembarangan, ini sangat berpengaruh pada kebersihan lingkungan dan makanan. Jadi ini harus diperhatikan betul oleh semua OPD terkait," terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana mengungkapkan, berdasarkan hasil analisa ada beberapa penyeban tingginya angka prevelensi stunting. 

Antara lain: riwayat ibu hamil, pola asuh, kemiskinan dan sanitasi yang kurang baik. 

"Karena itu kami fokus pada kesehatan ibu, sejak seribu hari pertama kehidupan.  Bahkan, mulai dari ibunya masih remaja sudah kita intervensi, gizinya. Termasuk remaja yang sedang haid harus minum tablet tambah darah," jelasnya.

Menurut Reihana, permasalahan stunting tidak hanya dari sisi kesehatan saja. "Upaya yang dilakukan Dinkes Lampung hanya 30 persen. Sisanya 70 persen itu ada di lintas sektoral lainnya," terangnya. (**)









Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos