Dikepung Ribuan Warga, Kepala Balai Way Kambas Siap Penuhi Tuntutan Warga

img
Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, MHD Zaidi. Foto: Ist.

MOMENTUM, Labuhanratu -- Dikepung ribuan warga desa penyangga, Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, MHD Zaidi, menyatakan siap memenuhi tuntutan masyarakat terkait konflik berkepanjangan antara gajah liar dan warga.

Pernyataan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani MHD Zaidi pada Selasa, 13 Januari 2026, usai aksi demonstrasi ribuan warga di Kantor Balai TNWK, Kecamatan Labuhanratu, Kabupaten Lampung Timur.

Surat pernyataan itu turut ditandatangani sejumlah saksi, di antaranya Kepala Badan Kesbangpol Lampung Timur Syahrul Syah, serta perwakilan warga dari desa-desa penyangga TNWK. Dalam dokumen tersebut, Kepala Balai TNWK menyatakan siap dan sanggup menjalankan tuntutan masyarakat terkait penanganan konflik manusia dan gajah liar.

Surat Pernyataan Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, MHD Zaidi.Foto: Ist.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, warga menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, penghentian konflik gajah dalam bentuk apa pun di lahan masyarakat, disertai langkah nyata, terukur, dan berkelanjutan dari pihak TNWK dalam penanganannya.

Baca Juga: Warga Desak Pemerintah Hentikan Masuknya Gajah Liar ke Desa Penyangga Way Kambas

Kedua, warga menuntut pertanggungjawaban penuh atas kerugian materiil dan immateriil yang dialami masyarakat akibat konflik gajah yang selama ini merusak lahan pertanian dan permukiman. Ketiga, warga menuntut pertanggungjawaban atas jatuhnya korban jiwa akibat konflik manusia dan gajah liar.

Baca Juga: Teror Gajah Way Kambas

Surat pernyataan itu dibuat setelah pertemuan antara perwakilan warga desa penyangga dengan pihak Balai TNWK. Pertemuan tersebut disaksikan pejabat Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, aparat kepolisian, dan unsur TNI.


Sebelumnya diberitakan, pada Selasa 13 Januari 2026, ribuan warga dari desa-desa penyangga Taman Nasional Way Kambas menggeruduk Kantor Balai TNWK sebagai bentuk kekecewaan atas konflik manusia dan gajah liar yang telah berlangsung puluhan tahun tanpa penyelesaian menyeluruh. Konflik tersebut disebut berdampak langsung terhadap sedikitnya 23 desa di sekitar kawasan TNWK.

Dalam aksinya, warga menegaskan bahwa konflik tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi akibat rusaknya lahan pertanian dan permukiman, tetapi juga telah merenggut nyawa. Salah satu korban adalah seorang kepala desa di Kecamatan Wayjepara yang tewas terinjak gajah saat berupaya menghalau satwa liar yang masuk ke wilayah pertanian warga.

Unjuk rasa yang diikuti lebih dari tiga ribu warga tersebut berlangsung tertib dengan pengamanan dari aparat kepolisian dan TNI. (**)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos