MOMENTUM, Bandarlampung -- Dua mahasiswi Universitas Lampung (Unila) yang hilang banjir bandang di Sungai Betung, kawasan Taman Wisata Wira Garden, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis pagi (2/4/2026).
Kedua korban, Bunga Rossna (22) dan Fatmawati (22), ditemukan di lokasi berbeda oleh warga. Bunga, warga Kelurahan Hadimulyo, Kota Metro, ditemukan lebih dahulu di wilayah Pulau Pasaran.
Sementara Fatmawati, warga Kelurahan Indralokajaya, Kecamatan Waykenanga, Kabupaten Tulangbawang Barat, ditemukan tidak lama kemudian di kawasan Kotakarang.
Penemuan tersebut menjadi titik terang setelah proses pencarian intensif yang dilakukan sejak Rabu (1/4/2026) siang.
Kepala Dinas Pangan Kota Bandarlampung, Ikhwan Adhi Wibowo, mengatakan informasi awal diperoleh dari warga yang melihat keberadaan korban di dua lokasi tersebut.
Baca Juga: Dua Mahasiswi Unila Hanyut di Sungai Betung, Pencarian Belum Membuahkan Hasil
“Begitu mendapat informasi dari warga, kami langsung menuju lokasi. Kedua korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan proses identifikasi dan pemeriksaan,” ujarnya kepada media.
Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara guna penanganan lebih lanjut oleh tim medis.
Diketahui, kedua korban merupakan mahasiswa Jurusan Fisika FMIPA Unila yang sebelumnya terseret arus banjir bandang saat berwisata bersama dua rekannya di lokasi tersebut.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu siang (1/4/2026), setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu Sungai Betung. Debit air yang tiba-tiba meningkat memicu datangnya banjir bandang yang menghanyutkan empat mahasiswa.
Dua mahasiswa berhasil menyelamatkan diri, sementara Bunga dan Fatmawati terseret arus deras hingga akhirnya ditemukan pada hari berikutnya.
Kapolsek Telukbetung Timur, Kompol Toni Apriadi, sebelumnya menjelaskan, keempat mahasiswa tiba di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB untuk berekreasi. Setelah hujan reda, mereka sempat berfoto di atas batu sungai sebelum air bah datang secara tiba-tiba dari arah hulu.
“Dua orang terselamatkan karena sempat melompat, sementara dua lainnya hanyut terbawa arus,” jelasnya.
Peristiwa ini menambah daftar korban akibat banjir bandang di kawasan wisata tersebut. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan evaluasi serta langkah antisipasi guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. (**)
Editor: Muhammad Furqon
