MOMENTUM, Tanjungbintang -- Himpunan Mahasiswa Farmasi Universitas Lampung (HIMAFARSI Unila) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk PIONIR 2026 (Pharmacy Initiative for Outreach, Innovation, and Rural Health) di Desa Sabahbalau, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan yang merupakan bagian dari program SI AKSI 2026 itu menghadirkan edukasi dan layanan kesehatan bagi masyarakat pedesaan.
rogram yang dilaksanakan pada Sabtu (2/5/2026) tersebut diinisiasi Departemen Sosial dan Masyarakat (SOSMA) HIMAFARSI Unila sebagai bentuk kontribusi mahasiswa farmasi dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.
Ketua Pelaksana PIONIR 2026, Vindya Rachmitha Marpaung, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa farmasi terhadap masyarakat sekaligus upaya meningkatkan pemahaman warga mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
“Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian mahasiswa farmasi terhadap masyarakat. Kami berharap edukasi dan pelayanan kesehatan yang diberikan dapat meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kesehatan,” ujar Vindya, Rabu (20/5/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan masyarakat berupa general check-up (GCU) dan pengecekan tekanan darah. Warga juga mendapat edukasi kesehatan secara langsung dari apoteker dan pembina HIMAFARSI mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat serta rutin memeriksakan kesehatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Rasmi Zakiah Oktarlina, bersama para pembina HIMAFARSI Unila, yakni Wahyu Alfath Firdaus, Dwi Ismayati, Ervina Damayanti, Afriyani, dan Yulianasari Pulungan.
Ketua HIMAFARSI Unila, M. Daffa Imtiyaaz, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan PIONIR 2026.
Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga mendapat penyuluhan mengenai asam urat, gula darah, dan kolesterol yang disampaikan Dwi Ismayati. Materi yang diberikan meliputi penyebab penyakit, faktor risiko, langkah pencegahan, hingga penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Tak hanya itu, HIMAFARSI Unila juga menggelar pelatihan pembuatan teh herbal berbahan alami, seperti serai, jahe, daun kelor, daun salam, dan gula merah. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat karena dinilai menghadirkan inovasi sederhana yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.
Kegiatan PIONIR 2026 ditutup dengan sesi dokumentasi dan kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Sabahbalau. HIMAFARSI Unila berharap program pengabdian tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah pedesaan. (**)
Editor: Muhammad Furqon
