MOMENTUM, Gunungsugih--Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lampung Tengah menyembelih 804 hewan kurban pada Iduladha 1447 Hijriah. Jumlah tersebut terdiri atas 482 ekor sapi dan 322 ekor kambing yang tersebar di 28 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Lampung Tengah.
Ketua PDM Lampung Tengah Sumaidi mengatakan, tingginya jumlah hewan kurban menjadi wujud semangat warga Muhammadiyah dan masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban tahun ini.
Informasi tersebut disampaikan Sumaidi usai pelaksanaan Salat Id di Lapangan Prosida, Bandarjaya Barat, Jumat (27/5/2026).
Menurut dia, penyembelihan hewan kurban yang dilakukan serentak di 28 PCM menunjukkan tingginya partisipasi warga sekaligus komitmen Muhammadiyah dalam menghadirkan pelayanan ibadah yang tertib dan terkoordinasi.
Selain itu, pelaksanaan penyembelihan di berbagai wilayah juga memudahkan distribusi daging kurban kepada masyarakat yang berhak menerima.
“Alhamdulillah, pelaksanaan kurban tahun ini berjalan baik. Ini menunjukkan semangat berbagi dan kepedulian sosial warga Muhammadiyah kepada masyarakat,” ujar Sumaidi.
Sementara itu, Ketua Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah Lampung Tengah Eko Yuono menyampaikan bahwa mulai tahun depan dam jemaah haji Muhammadiyah berpeluang dilaksanakan di Indonesia sesuai fatwa Muhammadiyah.
Dam merupakan penyembelihan hewan yang menjadi kewajiban sebagian jemaah haji dalam kondisi tertentu saat menjalankan ibadah haji.
“Insyaallah tahun depan dam jemaah haji Muhammadiyah bisa disembelih di Indonesia sesuai fatwa Muhammadiyah. Muhammadiyah Lampung Tengah juga telah menyiapkan juru sembelih bersertifikat,” kata Eko.
Menurut dia, kesiapan tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah Lampung Tengah dalam mendukung tata kelola penyembelihan yang sesuai syariat, standar kesehatan hewan, serta ketentuan organisasi.
Pada momentum Iduladha itu, Eko juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Iduladha kepada masyarakat serta memohon maaf lahir dan batin.
Pelaksanaan kurban dengan total 804 hewan tersebut diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat Lampung Tengah. Selain menjadi bentuk ketaatan beragama, kegiatan itu juga memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (**)
Editor: Muhammad Furqon
