PPI Dunia Mengabdi 2026 di Kendari-Wakatobi, Bawa Misi Pendidikan dan Lingkungan

img

MOMENTUM, Kendari -- Pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di berbagai negara kembali turun tangan dalam pengabdian kepada masyarakat. Melalui PPI Dunia Mengabdi 2026 Chapter Sulawesi, mereka menggelar sejumlah aksi sosial, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan di Kota Kendari dan Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Sebanyak 22 volunteer terlibat dalam kegiatan yang berlangsung 24-30 Juli 2026 tersebut. Mereka terdiri atas 12 volunteer PPI Dunia dan 10 volunteer lokal.

Volunteer PPI Dunia datang dari berbagai negara, di antaranya Yordania, Turki, Mesir, China, Malaysia, Pakistan, dan Maroko. Mereka rela menempuh perjalanan dari luar negeri untuk berbagi pengetahuan sekaligus belajar dari masyarakat di Sulawesi Tenggara.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan penanaman mangrove di pesisir Kendari. Aksi tersebut menjadi simbol komitmen terhadap pelestarian ekosistem pesisir sekaligus kepedulian pelajar Indonesia di luar negeri terhadap isu lingkungan.

Ketua Pelaksana PPI Dunia Mengabdi 2026 Ahmad Nahdlil Umam bil’Adli mengatakan mangrove sengaja dipilih sebagai simbol pembukaan karena memiliki peran penting dalam menjaga kawasan pesisir.

“Kami memilih mangrove sebagai ikon pembukaan karena ini adalah simbol ketahanan pesisir, sekaligus cerminan semangat kami untuk menanam manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” katanya.

Di Kendari, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Beasiswa Luar Negeri untuk pelajar SMA Negeri 4 Kendari. Program ini ditujukan untuk membuka wawasan pelajar mengenai peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk kesempatan studi di luar negeri.

Para volunteer juga menggelar Aksi Bersih Kota dan mengunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) Kendari.

Dari Kendari, kegiatan bergerak ke Kabupaten Wakatobi pada 27-30 Juli 2026. Di wilayah kepulauan tersebut, fokus pengabdian diarahkan pada pendidikan, kesehatan, dan penguatan karakter generasi muda.

Program yang dijalankan meliputi Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Petualangan Gigi Sehat, Wawasan Kebangsaan, serta penguatan literasi dan motivasi belajar.

Kegiatan pendidikan tersebut menyasar anak-anak di Wakatobi dengan tujuan meningkatkan semangat belajar sekaligus mendorong mereka untuk terus melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita.

Pelaksanaan program melibatkan sejumlah mitra lokal, yakni Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMA Negeri 4 Kendari, BEM Universitas Halu Oleo (UHO), BEM Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), BEM STIE 66, serta BEM ITBM Wakatobi.

Ahmad menilai keterlibatan elemen lokal menjadi faktor penting dalam memperluas dampak program pengabdian.


“Kolaborasi adalah kunci. Kami sangat terbantu dengan semangat dan dukungan dari rekan-rekan mahasiswa dan alumni lokal. Ini membuktikan bahwa sinergi antara mahasiswa di dalam dan luar negeri mampu menciptakan dampak yang lebih luas bagi Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi pelajar Indonesia di luar negeri untuk berbagi ilmu, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali melihat langsung persoalan masyarakat dan belajar dari kearifan lokal.

PPI Dunia Mengabdi 2026 mengusung tema “Bhumi Nusantara Loka Bhakti”, yang berarti pengabdian untuk bumi dan bangsa di berbagai pelosok Nusantara.

Melalui Chapter Sulawesi, PPI Dunia menegaskan bahwa keberadaan pelajar Indonesia di luar negeri tidak memutus keterikatan dengan Tanah Air. Pengabdian diarahkan pada upaya memperluas akses pendidikan, meningkatkan kepedulian lingkungan, serta memperkuat karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda.(*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos