MOMENTUM, Sungkai Utara--Semarak HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa hingga ke tingkat desa. Di Desa Negararatu, Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara, sebanyak 31 RT ambil bagian dalam berbagai kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan warga.
Pemerintah Desa Negararatu bersama panitia pelaksana menggelar rangkaian kegiatan sepanjang Agustus 2026 dengan mengusung semangat persatuan, gotong royong, dan patriotisme.
Kepala Desa Negararatu, Febrina Eka Remalau, mengatakan peringatan kemerdekaan tidak seharusnya berhenti sebagai agenda seremonial tahunan.
Menurutnya, momentum HUT ke-80 RI harus menjadi kesempatan untuk kembali menanamkan semangat perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.
"Kemerdekaan adalah hadiah terbesar dari para pejuang. Tugas kita hari ini adalah menjaganya dengan persatuan, mengisinya dengan karya, dan mewariskannya dengan teladan," kata Febrina, Kamis (27/8/2026).
Ia menilai keterlibatan seluruh RT dalam berbagai perlombaan menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana persatuan dapat dibangun dari lingkungan paling dekat, yakni desa.
"Ketika 31 RT duduk bersama dalam satu barisan lomba, ketika tawa dan keringat bercampur di lapangan, di situlah kita sedang merayakan Indonesia yang sesungguhnya. Desa kuat, bangsa pun akan kuat," ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih dan pemasangan umbul-umbul di seluruh wilayah Desa Negararatu selama bulan Agustus. Warga juga bergotong royong membersihkan lingkungan sebagai bagian dari semangat menyambut HUT Kemerdekaan.
Kemeriahan kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat lintas usia.
Untuk kategori dewasa, panitia menggelar lomba terompah dengan empat orang dalam satu tim, tarik tambang, serta sepak bola sarung dengan enam orang dalam satu tim.
Sementara kategori anak-anak diisi lomba azan yang diikuti satu hingga dua peserta dari setiap RT dan lomba balap karung dengan dua peserta dari masing-masing RT.
Tidak hanya masyarakat umum, perangkat desa, RT, dan RW juga ikut ambil bagian melalui lomba teka-teki silang yang dikhususkan bagi pengurus dan pamong desa.
Namun, salah satu agenda yang paling dinantikan adalah Festival Tumpeng tingkat RT. Sebanyak 31 RT akan berkompetisi menyajikan tumpeng terbaik sebagai simbol rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan malam 17 Agustus yang diisi pengumuman pemenang, pembagian hadiah, malam keakraban, dan panggung hiburan rakyat.
Bagi Desa Negararatu, peringatan HUT ke-80 RI menjadi lebih dari sekadar perlombaan. Semangat "Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera" diterjemahkan melalui kebersamaan warga, gotong royong, dan partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan.
Dari desa, semangat kemerdekaan itu kembali dinyalakan—melalui tawa, kebersamaan, dan langkah warga yang terus bergerak membangun lingkungannya.(*)
Editor: Muhammad Furqon
