Gufron Aziz: Pilkada Mengandalkan Isi Tas, bukan Kapasitas

img
Ketua DPP PKS Wilda Sumbagsel Gufron Aziz (tengah) usai pemotongan kurban di DPW PKS Lampung//acw

MOMENTUM, Bandarlampung--Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Wilda Sumbagsel Gufron Aziz Fuadi menyatakan bahwa pemilihan kepala daerah (pilkada) di Indonesia lebih mengutamakan isi tas alias uang, dari pada kapasitas calon.


Menurut dia, hal itu menjadi permasalah serius bagi Indonesia. Sebab pemimpin yang mengandalkan isi tas, tidak punya kapasitas menjadi seorang pemimpin yang baik.


“Ini problem politik yang merugikan Indonesia, karena tidak akan mendapat pemimpin yang bertul-betul punya kapasitas,” kata Gufron kepada harianmomentum.com saat diwawancarai di Kantor DPW PKS Lampung, Selasa (13-8-2019).


Dia menjelaskan, saat ini politik di Indonesia dinamakan oligarki, politik yang dikendalikan orang-orang politik dan orang-orang yang punya modal.


“Jadi sekarang lebih menguntungkan kepada calon pemimpin yang punya isi tas, bukan kapasitas,” jelasnya.


Solusi mengatasi permasalahan tersebut adalah merubah pola fikir masyarakat dan pihak-pihak terkait dalam kepemiluan. Namun hal itu merupakan pekerjaan yang tak mudah.


“Pola pikir masyarkat harus dirubah, karena kita butuh pemimpin yang punya kapasitas dan integritas, bukan isi tas,” jelasnya.


Kedua, sambung dia, para politisi dari seluruh partai politik (parpol) juga harus mau berbenah, merubah pola yang selama ini mengandalkan isi tas.


“Kalau mengandalkan isi tas terus nanti setiap minggu kita dengar ada kepala daerah yang dicokok KPK, karena awalnya mereka maju pilkada mengandalkan isi tas,” terangnya.


Hal ketiga yang harus dibenahi adalah para penyelenggara pemilu. Sebab Aziz memandang kalau kinerja para penyelenggara pemilu kurang optimal.


“KPU dan Bawaslu harus tegas. Saya rasa di setiap wilayah ada politik uang, tapi saya herannya tidak pernah terbukti, alasan mereka tidak cukup bukti lah,” tuturnya.


Baca juga: PKS Distribusikan Daging Kurban dengan Besek Bambu


Menurut Aziz, masalah tersebut juga terjadi di Lampung. Untuk itu, pada Pilkada di delapan daerah Lampung pada 2020, Aziz telah mengingatkan agar PKS Lampung cukup memprioritaskan beberapa walayah saja.


“Jujur ya, kalau kapasitas individu kader PKS Lampung saya lihat berpotensi (maju Pilkada) semua. Tapi problemnya adalah isi tasnya kurang. Maka kita fokuskan saya cukup di dua atau maksimal empat wilayah saja lah,” ungkapnya.


Walau begitu, saat ini delapan DPD PKS di Lampung telah diintruksikan untuk menyiapkan minimal dua kader internal untuk maju pilkada.


“Setiap DPD mempersiapkan dua orang, dengan kriteria calon kepala daerah (kada) satu dan calon wakil satu. Karena calon kada dan wakil kada ini punya kriteria berbeda,” jelasnya.


Kriteria wakil kada yang utama tidak mudah tersinggung alias baper (bawa perasaan). “Kalau baperan partai juga repot, nanti dikit-dikit ngadu ke partai. Sebab wakil ini kan bukan pengambil kebijakan,” katanya.(acw)



Leave a Comment