Maju Pilwakot, Wiyadi Siap Melepas Jabatan Ketua DPRD

img
Wiyadi (kiri) menerima palu sidang, simbol memegang tangkup kepemimpinan DPRD Kota Bandarlampung

MOMENTUM, Bandarlampung--Wiyadi siap menanggalkan jabatan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandarlampung jika kelak mendapat rekomendasi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk maju pemilihan walikota (pilwakot) setempat.

Ketua DPC PDIP Bandarlampung itu menuturkan, selaku ketua partai dia tunduk patuh dan tegak lurus terhadap perintah dan keputusan partai. 

"Karena saat ini memang diperintahkan untuk mendaftar, ya kita mendaftar (penjaringan). Jadi apa pun keputusannya, saya di legislatif maupun eksekutif saya siap," kata Wiyadi saat diwawancarai usai pengucapan sumpah jabatan, Pimpinan DPRD Kota Bandarlampung periode 2019-2024, Senin (23-9-2019).

Jika kelak mendapat rekomendasi PDIP, dia pun menyatakan siap mundur dari jabatan Ketua DPRD Bandarlampung yang diembannya. Sebab menurut Wiyadi, rekomendasi maju pilwakot merupakan bagian dari perintah partai terhadap para kadernya.

"Saya siap ikuti perintah partai. Apa pun konsekwensinya, saya ikut aturan perundangan yang berlaku," ungkapnya.

Sesuai aturan yang berlaku, anggota DPRD yang hendak maju pilihan kepala daerah wajib mundur dari jabatan legislatif yang diembannya.

Bicara soal persiapan menghadapi Pilwakot 2020, menurut Wiyadi, selama ini dia sudah melakukan sosialisasi ditengah-tengah masyarakat. Karena itu, masyarakat kota setempat sudah tidak asing dengan wajah dan namanya.

"Sebenarnya sebagai legislatif juga tugas kita memberikan sosialisasi ditengah-tengah masyarakat," terangnya.

Baca juga: Empat Pimpinan DPRD Bandarlampung Resmi Menjabat

Menanggapi soal empat kader internal PDIP yang turut dalam penjaringan, menurut Wiyadi hal itu malah baik. "Tidak ada masalah, walaupun muncul empat kader yang daftar, kita tidak menganggap mereka rifal (saingan) kita," ungkapnya.

Sebab, sambung dia, saat dikonferda dan kongres, kader PDIP diintruksikan maju pemilihan kepala daerah. 

"Saat ada keputusan DPP, tidak ada yang bisa menolak. Misalkan kalau saya tidak direkom PDIP, tapi ada parpol lain yang merekom saya, saya ikut petunjuk DPP (tidak maju pilwakot)," katanya.

Diketahui, ada empat kader internal PDIP yang turut dalam penjaringan PDIP Kota Bandarlampung. Tiga ikut mendaftar sebagai bakal calon walikota: Eva Dwiana, Tulus Purnomo dan Wiyadi. Sedangkan satu lagi Jares Mogni mendaftar sebagai bakal calon wakil walikota setempat.(acw)






Editor: Harian Momentum





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos