Ketika Atuk Zahdi Bohongi Jokowi

img
Agung Darma Wijaya. Wartawan Harian Momentum

MOMENTUM-- Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020 di Kalimantan Selatan (Kalsel) begitu berkesan. Tak akan terlupakan sampai kapan pun.

Terlebih saat acara penanaman pohon bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Hutan Kota Banjarbaru.

Waktu itu posisi saya sangat dekat dengan orang nomor satu di Indonesia. Hanya berjarak tiga meter. Kebersamaannya dengan Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian bisa saya abadikan melalui kamera.

Tentu momen itu sangat langka bagi wartawan di daerah, seperti saya. Kalau pun nanti bisa terulang, saya pasti sangat beruntung.

Jokowi memang sengaja berkeliling. Meninjau bibit pohon lain yang baru selesai ditanam kala itu. Saat menghampiri lokasi pohon yang ditanam Ketua PWI Lampung, Bang Yadi—sapaan akrab Supriyadi Alfian,  spontan berucap. Ini pohon Kemenyan.

"Pohon Kemenyan dari Lampung pak," begitu kata Zahdi Basran—Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Lampung, menimpali. Padahal sudah jelas, ada tulisan besar di pohon itu: Kemenyan asal Sumatera Utara.

Saya tertegun sejenak. "Berani sekali Atuk Zahdi (begitu kami biasa memanggil bang Zahdi Basran) membohongi presiden," kata saya dalam hati. Walau pun saya tahu itu hanya ucapan spotan Atuk Zahdi. Tanpa ada maksud membohongi presiden.

Mungkin dia lelah. Akibatnya lupa, kalau pohon kemenyan yang ditanam Ketua PWI Lampung itu berasal dari Sumatera Utara.

Saat itu, Jokowi memang tidak menyangkal perkataan Atuk Zahdi. Dia hanya manggut-manggut sambil tersenyum.

Saya berpikir. Mungkin pak presiden tidak begitu jelas mendengar. Tetapi kami yang berada di sampingnya sampai sakit perut menahan tawa.

Hingga kini, kenangan lucu itu selalu menjadi topik pembahasan ketika bertemu pengurus PWI yang berangkat ke HPN. Jika presiden saja dibohongi, bagaimana dengan istri di rumah? Atuk Zahdi, kau benar- benar konyol! Hehehe... Tabikpun. (*)



Berita Terkait

Leave a Comment