Hanifal Santuni Anak Yatim dan Bantu Pengobatan Balita Hidrosefalus

img
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Lampung, Hanifal (paling kanan) saat melihat keadaan balita yang terkena hidrosefalus. Foto: ist

MOMENTUM, Bandarlampung--Ketua Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, Hanifal, menggelar reses dalam rangka menyerap aspirasi warga di daerah pemilihan (Dpil) VI: Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji, sejak 15-22 Mei 2020.

Hanifal menuturkan, banyak keluhan warga yang tumpah saat gelaran reses berlangsung.

"Keluhan itu diantaranya masalah infrastruktur jalan, dan pembagian BLT (bantuan langsung tunai) yang tidak merata," kata Hanifal kepada harianmomentum.com, Selasa (19-5-2020).

Selain itu, banyak juga keluhan dari kalangan petani yang diterimanya. "Hasil pertanian, terutama singkong dan karet itu sekarang tidak ada harga," ujarnya.

Hanifal merasa prihatin mendengar keluh-kesah warga tersebut. Apalagi, kata Hanifal, saat ini sedang dalam situasi Pandemik Corona Virus Disease (Covid-19).

Karenanya, dalam momentum reses tersebut Hanifal turut berbagi. Dengan memberikan santunan kepada warga. Juga untuk para anak yatim di Kabupaten Tulangbawang. "Alhamdulillah, hari ini santunan untuk 100 anak yatim telah tersalurkan,” ungkapnya.

Tak berhenti di bantuan sosial saja, Hanifal pun akan meneruskan berbagai aspirasi masyarakat yang telah diterimanya tersebut kepada pemerintah provinsi dan kabupaten setempat.


Dia pun akan menginput aspirasi itu ke dalam e-Pokir sehingga dapat ditindaklanjuti oleh badan anggaran di provinsi setempat untuk kemudian diajukan kepada eksekutif dalam perencanaan APBD mendatang.

“Masalah-masalah yang ada di tengah masyarakat seperti ini akan kita tindak lanjuti. Sehingga bisa segera terealisasi,” jelasnya.

Lebih lanjut Hanifal menuturkan, dalam reses kali ini dia pun sempat merasa prihatin tatkala melihat ada seorang anak balita di Tiuhtirta Makmur, Kecamatan Tulangbawang Tengah yang terkena penyakit hidrosefalus.

Hidrosefalus adalah penumpukan cairan di rongga otak, sehingga meningkatkan tekanan pada otak. Biasanya balita yang terkena penyakit tersebut kepalanya lebih besar ketimbang bagian tubuh lainnya.

“Alhamdulillah juga, di penghujung Ramadan Allah masih menggerakkan hati saya untuk membantu (biaya, red) pengobatan anak yang terserang penyakit hidrosefalus. Semoga belita ini bisa lekas sembuh,” harapnya.

Diketahui, dalam reses tersebut Hanifal tetap mengedepankan protokoler kesehatan sesuai anjuran tim gugus tugas penanganan Covid-19. Untuk itu peserta dibatasi hanya belasan orang saja (maksimal). Peserta juga diberikannya masker sebagai alat perlindungan diri dari Covid-19.(**)

Laporan/Editor: Agung Chandra Widi






Editor: Harian Momentum





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos