Negeri Pemimpi

img
MUNIZAR

MOMEMTUM, Bandarlampung--Tiba juga hari yang dinanti

Sayang masih dalam situasi pandemi

Kurang lengkap ceria bersilaturahmi

Lantaran semua serba terbatasi

Harus saling menjaga dan mengawasi 


Ini cerita di suatu negeri 

Tarik ulur aturan cegah pandemi 

Sekarang begini, besok lain lagi

Hari ini ketat, besok dilonggarkan lagi

Katanya untuk stabilitas ekonomi


Semua diseru damai dengan pandemi

Sungguh rancu menyusun narasi

Pemilik negeri makin sulit memahami 

Akhirnya nekat terabas regulasi 

Tak sedikit pula yang tetap mentaati


Bantuan sosial jadi trendi  

Dari pusat hingga pelosok negeri

Dalih atasi dampak pandemi

Walau sering abaikan regulasi

Akhirnya melahirkan ironi..


Pandemi seolah jadi ajang adu gengsi

Lewat sembako membangun citra diri

Merebut simpati pemilik negeri 

Demi hasrat pesta demokrasi

Akhirnya persetan dengan regulasi 


Itu kisah di suatu negeri

Negerinya para pemimpi

Berharap lepas dari pandemi

Tanpa ketegasan penerapan regulasi

Semoga mimpi tak tersapu mentari...(**)

Tabik pun nabik tabik. Mohon Maaf Lahir Batin..Munizar Redaktur Pelaksana Harian Momentum







Editor: Harian Momentum





Berita Terkait

Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos