Bang Edwin, Aku Iri Padamu

img
Andi Panjaitan, Pemred Harian Momentum

MOMENTUM-- Innalillahi wainnailaihi rojiun. Telah meninggal dunia Edwin Hanibal bin Adnan Hasan. Mantan Ketua dan Anggota KPU Provinsi Lampung.

Almarhum menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Bumi Waras, Bandarlampung, sekitar pukul 20.15 Wib.

Begitu kutipan pesan yang kubaca pada salah satu grup Whatsapp (WA), semalam. 

Setengah tak percaya, karena beberapa hari lalu dia masih terlihat memposting status di beranda facebooknya. Bahkan aku sempat menyukai postingan itu.

Begitulah ajal. Dia tidak pernah memberi tau kapan akan menjemput seseorang. Ketika waktunya tiba, maka batas hidup kita di dunia pun berakhir seketika.

Semasa hidup, Bang Edwin—begitu aku menyapanya, pernah menjadi Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung. 

Kemudian menjadi Ketua dan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung. Difase inilah, kali pertama aku mengenalnya.

Saat itu, penulis baru saja berpindah tugas dari bidang liputan kriminal ke politik. Tentu, kantor KPU Lampung yang dulu beralamat di jalan Jendral Sudirman (sekarang kantor (PT LJU) menjadi tempat tongkrongan sehari- hari. 

Maklum, ketika itu tahapan pemilihan gubernur (Pilgub) Lampung sedang berlangsung. Tentu update beritanya selalu ditunggu oleh jajaran redaksi. 

Pernah beberapa kali saya berkesempatan bicara empat mata dengan Bang Edwin. Selesai sesi wawancara, dia lalu mengajak berdiskusi. Termasuk menyampaikan wejangan hidup dan memberi masukan, bagaimana kiat menjadi seorang wartawan sukses.

“Andi. Kamu kan wartawan baru. Apalagi pendatang di Lampung ini. Pandailah bergaul dan tetap rendah hati dengan siapa pun. Insyaallah kamu akan dikenal orang,” begitu pesan beliau yang masih tertanam dibenakku hingga kini.

Alhamdulillah, meski hubungan kemitraan kami tidak berjalan lama. Namun tali silaturahmi tetap berjalan. Banyak nasehat berharga yang saya dapat darinya. 

Mungkin, kepandaian dan kepiawaiannya dalam bergaul semasa hidup, membuat dia banyak dikenal orang. 

Terutama kalangan politisi, akademisi, penggiat hukum dan petinggi partai. Tidak terkecuali para kuli tinta yang kerap mengutip pernyataanya.

Maka tak heran, banyak sekali kerabat yang mendoakanmu di seluruh beranda Facebook, grup WA dan Instagram. Kami merasa sangat kehilangan. Semoga Allah Swt menempatkanmu di surga-Nya.

Terima kasih atas nasehat yang pernah kau beri. Ketika nanti tiba giliranku menghadap sang Khalik, belum tentu akan banyak orang yang merasa kehilangan seperti kepergianmu. Bang Edwin, aku iri padamu. (**)



Berita Terkait

Leave a Comment