Politisi PKS: Kreativitas Pemuda Solusi Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

img
Politisi PKS saat mengunjungi pengrajin rotan. Foto: ist

MOMENTUM, Bandarlampung--Kreativitas Pemuda menjadi solusi dalam membangkitkan ekonomi dalam masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Begitulah salah satu makna yang disampaikan politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Agus Djumadi melalui pesan singkat yang diterima harianmomentum.com, Senin (18-1-2021).

Ketua Fraksi PKS menuturkan, belum lama ini dia mengunjungi pengrajin rotan di Kelurahan Bilabongjaya, Langkapura.

Kunjungi tersebut dalam rangka berdialog sekaligus melihat potensi kerajinan rotan yang ada di kelurahan tersebut. 

"Saya kagum dengan keberadaan kelompok ini yang ternyata adalah anak-anak muda Langkapura, khususnya kelurahan Bilabongjaya," kata dia.

Menurut Agus, di masa pandemi seperti ini, di saat ekonomi sedang lesu, dibutuhkan wadah yang merangkul anak-anak muda sehingga bisa memanfaatkan waktunya untuk hal yang positif, sekaligus mendapat penghasilan dari usahanya.

“Ini bagus sekali, saya sangat support terhadap kelompok ini. Silakan diteruskan, saya akan support sesuai dengan yang saya bisa," ucapnya.

Dia meyakini, jika kreativitas semacam itu benar-benar difasilitasi, akan menanggulangi dampak ekonomi akibat Covid-19.

"Ini solusi mengentaskan masalah ekonomi dalam situasi pandemi," ujarnya.

Untuk itu, diapun mendorong agar usaha itu bisa dilengkapi perizinannya. 

"Nanti kita bawa usaha ini ke dinas terkait, baik itu dinas perindustrian maupun dinas pariwisata. Sehingga teman-teman dinas terkait tahu bahwa ada kelompok pengrajin rotan di kelurahan Bilabongjaya, Langkapura,” kata Agus.

Dicky Fitriansyah, ketua kelompok pengrajin rotan Bilabong mengaku bersyukur dikunjungi anggota DPRD Bandarlampung. Menurut Dicky, keberadaan kelompoknya memerlukan dukungan dari semua pihak untuk dapat terus berkembang.

“Alhamdulillah bapak Lurah Bilabongjaya sangat support terhadap kami, hari ini pun bapak anggota dewan Bandarlampung bersedia melihat kelompok kami. Mudah-mudahan usaha ini bisa terus berkembang dan maju, bukan hanya untuk kelurahan Bilabong, tapi juga se-Provinsi Lampung,” kata Dicky.

Terkait kendala, Dicky mengatakan kelompoknya membutuhkan mesin untuk membersihkan rotan. Selain itu juga terkait modal untuk membeli bahan baku masih terbatas, sehingga tidak bisa memproduksi dalam skala besar.

“Mudah-mudahan dengan kehadiran pak Agus kesini bisa membantu kami mencarikan solusi terkait permasalahan ini,” ujar Dicky.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Syafarudin konsultan pendamping dari Pusat Layanan Usaha Terpadu - Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM).

Menurut Syafarudin, kerajinan rotan Bilabong ini sudah sangat layak untuk menjadi lebih besar. Asalkan dikelola secara benar dan sungguh-sungguh. Ditambah sedikit kearifan lokal kerajinan rotan Bilabong akan semakin memiliki ciri khas. 

“Saya lihat hasil kerajinan rotannya sudah bagus, tinggal ditambah kearifan lokal berupa gambar-gambar ciri khas Lampung, maka saya yakin ini akan menarik minat orang untuk membeli. Saya dari Plut-Kumkm juga siap mendampingi kelompok ini,” ujar Syafarudin.(rls)

Editor: Agung Chandra W






Editor: Harian Momentum





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos