Seperti Cinta

img
Andi Panjaitan, Pemred Harian Momentum.

MOMENTUM--Sudah setahun “Nyekhita” menemani pembaca setia Harian Momentum. Selama itu pula, banyak kontroversi terjadi di publik.

Ada yang menghujat karena merasa dipojokkan dengan materi tulisan. Tidak sedikit pula yang mendukung.

Ya, rubrik ini memang sengaja kami gagas untuk mengembangkan minat menulis kolom, bagi wartawan. Khususnya yang tergabung dalam redaksi.

Kata Nyekhita diambil dari bahasa Lampung Pesisir. Artinya: bercerita. Menceritakan apa saja. Bebas, tidak harus fokus terhadap satu hal.

Maksudnya, agar calon penulis tidak terbebani dengan materi yang harus menyelaraskan isi berita utama. Layaknya sebuah tajuk rencana.

Namanya tidak usah terlalu berat. Enteng saja. Terpenting, isinya berbobot dan tidak melenceng dari kaidah jurnalistik.

Begitu kata Munizar—Redaktur Pelaksana Harian Momentum, saat mengusulkan nama rubrik tersebut.

Di tengah kebingungan mencari nama yang ideal, saya langsung setuju. Apalagi, pengucapan katanya masih enak didengar dan masih berkaitan dengan etnik Lampung. 

Selanjutnya, satu- persatu wartawan mulai diwajibkan mengisi kolom tersebut. Bergilir. Termasuk untuk jajaran redaktur.

Tulisan kolom di media kami merupakan ciri khas. Pembeda dengan media lain. Meski terkadang isinya belum sempurna, setidaknya Momentum telah menyiapkan sarana bagi wartawannya untuk terus mengasah kemampuan.

Sebab, sekarang hanya segelintir wartawan di Provinsi Lampung yang mampu konsisten menulis kolom. Sehingga kami merasa bertanggungjawab untuk tetap menjaganya.

Tentu tidak mudah mewujudkan hal itu. Tapi kami yakin, suatu saat akan banyak penulis kolom handal yang lahir dari Lampung.

Namun, semua butuh proses. Layaknya cinta sejati. Tentu berbeda dengan nafsu sesaat. Karena memerlukan proses, pengorbanan dan kegigihan untuk mewujudkannya. Tabikpun. (**)



Berita Terkait

Leave a Comment