Jembatan Way Semah Rusak, 30 Tahun Belum Pernah Diperbaiki

img
Kondisi badan jalan pada Jembatan Way Semah Pringsewu sudah sejak lama rusak. Jika hujan turun pasti membentuk kubangan.

MOMENTUM, Pringsewu--Memprihatinkan. Kondisi jembatan Way Semah yang menghubungkan Kelurahan Pringsewu dengan Pekon Rejosari Kecamatan Pringsewu, sudah lama rusak namun belum ada tanda-tanda aka diperbaiki.

Selain itu kondisi ruas jalan raya sepanjang 200 meter di sebelah utara jembatan juga rusak parah.

Informasi yang diperoleh menyebutkan jembatan Way Semah dibangun pada 1990. Jembatan milik Provisi Lampung itu berada sekitar dua kilometer dari pusat Kota Pringsewu  ke arah utara, Sukoharjo. Menghubungkan Kecamatan Pringsewu dengan Kecamatan Sukoharjo juga ke arah Lampung Tengah.

Jembatan yang sudah berusia 30 tahun itu membentang diatas sungai Way Semah sepanjang sekitar 30 meter dengan lebar 7 meter. Saat ini badan jalannya sudah tidak lagi beraspal. Begitu juga pada rigit betonnya terkelupas hingga membentuk lubang seperti kubangan. 

Di kubangan itu terlihat anyaman besinya jembatan. Batu-batu bekas timbunan sabes betebaran. Kondisi itu membuat para pengendara yang melintas harus berhati-hati agar tidak terpeleset.

Pada saat hujan, hampir separuh badan jembatan tertutup air. Sejumlah lubang dengan kedalaman sekitar 30 hingga 50 Cm dipenuhi air hingga menyerupai kolam ikan. Kondisi yang sama juga terjadi di ruas jalan sebelah utara jembatan.

Menurut warga yang rumahnya dekat jembatan Way Semah, Apendi, di lokasi itu sering menelan korban, pengendara sepeda motor terjerembab ke kubangan jembatan. Juga, mesin sepeda motor mogok karena kenalpotnya kemasukan air genangan.

Sementara pada musim kemarau, di sekitar jembatan itu terlihat kotor dan berdebu akibat bekas timbunan tanah sabes yang dilakukan swadaya masyarakat.

"Jika musim hujan pasti becek dan banyak kubangan. Pada musim kemarau, kotor dan debunya berterbangan hingga masuk ke rumah warga sekitar jembatan," kata Apendi, Minggu (24-1-2021).

Menurutnya kerusakan badan jalan jembatan dan ruas jalan itu sudah lebih empat tahun. Hingga kini belum pernah diperbaiki secara permanen. Hanya terlihat ditimbun dengan tanah sabes.

Hal senada diungkapkan Yanto, pedagang suku cadang sepeda motor di sebelah jembatan. Dia mengaku sering menolong pengendara motor yang jatuh di kubangan di tengah jembatan yang badan jalannya rusak.

"Setiap musim hujan, badan jembatan digenangi air. Pengendara motor tidak hati-hati, bisa jatuh. Saya sering kali menolongnya," terang Apendi yang berprofesi sebagai tambal ban di dekat jembatan itu.

Dia mengatakan jika musim hujan, air menggenang di badan jalan jembatan. Memenuhi lubang berukuran sekitar 30 samai 50 cm. Penyebabnya, lubang aliran air di sisi kanan kiri jembatan tertutup tanah dan bebatuan.

Sejumlah warga secara swadaya menimbun lubang itu dengan tanah sabes. Namun kembali akan tergerus dan hilang jika hujan turun. "Solusinya ya harus diperbaiki secara permanen dengan aspal atau rigit beton. Bila perlu dibuat jembatan baru," harap sejumlah warga disekitar jembatan.

Wakil Bupati Pringsewu Fauzi meminta dinas PUPR agar bisa mengatasi permasalahan itu. "Walaupun jembatan itu milik Provinsi Lampung, tapi berada di wilayah Kabupaten Pringsewu. Secara moral kita juga harus cepat bertindak mencari solusinya," ucapnya.

Misalnya, selain rutin menutup lubang dengan tanah sabes, saluran airnya di sisi kiri dan kanan jembatan diperbaiki agar air tak menggenang. "Kondisi ini segera laporkan ke pihak Provinsi Lampung agar ada solusinya," harap Fauzi.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pringsewu Fahmi mengaku sering menerima keluhan dari warga dan pengguna jalan yang melintasi jembatan tersebut. "Keluhan kami tampung dan kami langsung ambil langkah. Bahkan sudah beberapa kali kami teruskan laporan ke Dinas PU provinsi," ujarnya.

Dia segera mengecek kondisi jembatan Way Semah. "Kami bersama tim kembali akan cek dilapangan, hasilnya akan  kami laporkan secepatnya ke Dinas PU Provinsi Lampung supaya ada langkah yang terbaik. Sementara kami hanya bisa menimbun kubangan pada jembatan juga ruas jalan di sekitar itu  dengan tanah sabes," imbuh Fahmi. (*)

Laporan: Sulistyo.

Editor: M Furqon.






Editor: Harian Momentum





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos