Bang Toyib Mah, Lewat!

img
Andi Panjaitan, Pemred Harian Momentum

MOMENTUM-- Niat mudik lebaran tahun ini terpaksa dikubur dalam- dalam. Menyusul kebijakan pemerintah yang kembali melarang tradisi pulang kampung tahunan itu.

Padahal, sudah banyak agenda yang dipersiapkan selama di tanah kelahiran nun jauh di sana. 

Mulai dari acara reuni sekolah, bertemu saudara, hingga berziarah ke makam leluhur. Tak lupa pula berburu kuliner yang siap menggoyang lidah.

Sayang, keinginan itu terpaksa ditunda lagi. Sebagaimana rencana mudik tahun lalu.

Pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) yang telah melanda negeri ini, membuat ruang gerak serba terbatas.

Pemerintah tidak ingin virus yang sudah banyak merenggut korban jiwa itu kian merebak. Terlebih, mereka tidak ingin program vaksinasi yang sudah berjalan, gagal total.

Meski rasa rindu akan kampung halaman sudah sangat menggebu, tetapi saya memilih tunduk atas larangan itu.

Tak mengapa. Toh, kebijakan itu demi kebaikan bersama. Jika nanti pandemi berakhir, ekonomi pulih, tentu kita masih bisa merealisasikan mudik yang tertunda. 

Dengan catatan, larangan mudik itu harus dijalankan secara ketat. Jangan hanya sebatas imbauan, tetapi kemudian banyak pelanggar yang dibiarkan. Pemerintah harus tegas menerapkan sanksi di lapangan. 

Saya tidak ingin pengorbanan menunda mudik ini menjadi sia- sia. Kalau sampai pemerintah ’mbalelo’ dalam menerapkan aturan, jangan salahkan jika tahun depan saya tidak manut lagi.

Jujur. Terakhir saya mudik pada tahun 2017. Sudah empat tahun tidak bertemu sanak- saudara di kampung. Gelar Bang Toyib yang tidak pulang selama tiga kali puasa dan tiga kali lebaran, sudah berhasil saya kalahkan.  

Jadi tolong, pemerintah benar- benar bisa mengawal regulasi yang telah ditetapkan. Salam rindu dari perantauan. Tabikpun. (**)



Berita Terkait

Leave a Comment