Perkuat Cadangan Pangan Nasional, Bulog Lampung Serap 369 Ribu Ton Gabah

img

MOMENTUM, Bandarlampung--Perum BULOG Kantor Wilayah Lampung terus memperkuat ketahanan pangan melalui optimalisasi penyerapan gabah petani, penguatan kapasitas penyimpanan, hingga percepatan distribusi pangan ke berbagai daerah di Indonesia.

Hingga pertengahan Mei 2026, BULOG Lampung telah menyerap sebanyak 369 ribu ton gabah dari sejumlah sentra produksi padi di Provinsi Lampung. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kesejahteraan petani sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah.

Dari total penyerapan tersebut, stok yang saat ini dikuasai BULOG Lampung tercatat mencapai sekitar 200 ribu ton setara beras. Jumlah itu dipastikan dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan penyaluran program pemerintah maupun menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di masyarakat.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Lampung, Rindo Safutra, mengatakan pihaknya terus menjalankan berbagai strategi guna memastikan pasokan pangan tetap terjaga, baik untuk kebutuhan daerah maupun nasional.

“Penyerapan gabah petani terus kami optimalkan sebagai bagian dari upaya memperkuat cadangan beras pemerintah, menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di masyarakat, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan,” ujar Rindo.

Untuk mengantisipasi lonjakan hasil panen, BULOG Lampung juga memperluas kapasitas penyimpanan. Selain memaksimalkan gudang milik sendiri, BULOG turut menggandeng gudang mitra serta menyewa gudang tambahan di sejumlah titik strategis.

Langkah tersebut membuat kapasitas penyimpanan meningkat hingga sekitar 200 persen dari kapasitas gudang yang tersedia sebelumnya.

Optimalisasi gudang dinilai penting agar proses penyerapan gabah saat panen tetap berjalan lancar tanpa terkendala keterbatasan ruang penyimpanan.

Di sisi distribusi, BULOG Lampung juga terus menjalankan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga saat ini, realisasi penyaluran SPHP telah mencapai 3.875 ton beras melalui jaringan distribusi resmi dan operasi pasar.

Program tersebut bertujuan menjaga harga beras tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

Tak hanya itu, BULOG Lampung juga menyalurkan bantuan pangan pemerintah kepada 1.260.686 penerima manfaat.

Untuk program tersebut, BULOG menyiapkan alokasi selama dua bulan berupa 25.214 ton beras serta 5 juta liter minyak goreng guna membantu menjaga daya beli masyarakat.

Sebagai daerah penyangga pangan nasional, Lampung juga turut mendistribusikan stok beras ke sejumlah wilayah lain seperti Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu, hingga DKI Jakarta dan Banten.

Distribusi antarwilayah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan stok nasional sekaligus menekan gejolak harga beras di berbagai daerah.

BULOG Lampung menegaskan akan terus bersinergi dengan pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan serta memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi. (**)









Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos