Proyek Infrastruktur di Lampung Kesulitan Material

img
Budhi Darmawan. Foto. Ira.

Harianmomentum.com--Pemerintah Provinsi Lampung kesulitan memperoleh material untuk mengerjakan sejumlah proyek infrastruktur yang sedang digarap tahun ini. 

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Lampung Budhi Darmawan, kondisi itu terjadi karena ada sejumlah poryek infrastruktur nasional yang sedang dibangun di wilayah ini. Terutama jalan dan bendungan.

Budi menyebutkan proyek itu antara lain pembangunan jalan tol, tiga bendungan besar, ditambah dengan kegiatan APBD kabupaten/kota dan provinsi. 

"Jadi, memang materialnya agak sulit, itulah yang dicarikan jalan keluarnya supaya tak sampai mengganggu proses penyelesaian pekerjaan di enam ruas jalan itu," ujar Budhi di Bandarlampung, Kamis (27/9/18).

Namun demikian, kata dia, sejauh ini kendala tersebut tak sampai mengganggu dan pelaksanaan proyek masih berjalan sesuai perencanaan awal.

"Pelaksanaannya secara ketat diawasi oleh pengelola kegiatan, sejauh ini tak ada yang kritis artinya semua kegiatan itu masih on schedule. Mudah-mudahan bisa dijaga performanya sehingga tidak ada yang tidak selesai sampai akhir tahun ini," ungkap dia.

Pada tahun ini, Pemerintah Provinsi Lampung membangun enam ruas jalan melalui dana pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp600 Miliar dan ditargetkan selesai pada akhir 2018.

Yaitu, pembangunan jalan Pringsewu - Pardasuka dengan panjang 18.797 Km sebesar senilai Rp50 miliar. Ruas Jalan Padang Cermin - Kedondong Kabupaten Pesawaran panjang penanganan 29.671 Km sebesar Rp160 miliar. Ruas Jalan Bangunrejo - Wates Lampung Tengah panjang 22.212 Km sebesar Rp110 miliar.

Ruas jalan pada Kabupaten Lampung Selatan yaitu Sp korpri - Sukadamai  panjang 20.468 Km sebesar Rp60 miliar. Ruas jalan di Kabupaten Mesuji Sp pematang - Brabasan panjang 11.602 Km sebesar Rp80 miliar. Brabasan - Wiralaga dengan panjang 29.443 Km sebesar Rp140 miliar. (ira).



Leave a Comment