MOMENTUM, Pringsewu--Para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu mengikuti kegiatan City to City Grounded dan Seminar Kepemimpinan, Senin (26-1-2026).
Agenda yang digelar di Aula Kantor Pemkab Pringsewu itu menghadirkan Coach Dr. Fahmi sebagai pembicara utama.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan para pejabat daerah agar mampu mengelola organisasi, tim kerja, dan pelayanan publik secara lebih efektif, adaptif, serta berdampak langsung bagi masyarakat.
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas saat membuka kegiatan menegaskan, kepemimpinan bukan sekadar kewenangan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Dia menekankan, setiap jabatan publik mengandung tanggung jawab moral, sosial, dan spiritual.
“Setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Jabatan adalah titipan, dan setiap kebijakan yang diambil harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada manusia, tetapi juga kepada Allah SWT,” kata Riyanto.
Menurutnya, ukuran keberhasilan kepemimpinan terletak pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Kepemimpinan yang baik harus mampu menghadirkan solusi, memberi rasa aman, pelayanan yang adil, kebijakan yang berpihak, serta keteladanan.
“Kepemimpinan di lingkungan Pemkab Pringsewu harus benar-benar berdampak. Kehadiran para pimpinan OPD harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Riyanto berharap, kegiatan tersebut dapat memperkuat komitmen para pejabat daerah, memperluas wawasan kepemimpinan, serta menjadi ruang pembelajaran dari praktik-praktik kepemimpinan yang telah terbukti membawa perubahan positif.
Sementara itu, Coach Dr. Fahmi memaparkan tiga DNA kepemimpinan yang harus dimiliki seorang pemimpin, terutama saat menghadapi situasi sulit: pertama creating better future, making change happen, dan delivering positive impact.
Dia menjelaskan, creating better future adalah kemampuan pemimpin membangun visi masa depan dan menyelesaikan persoalan melalui resolusi yang tepat. Selanjutnya, making change happen menekankan keberanian dan kemampuan mewujudkan perubahan. Sedangkan, delivering positive impact adalah kapasitas menghasilkan dampak nyata dari setiap kebijakan dan tindakan.
“Pemimpin harus memastikan perubahan benar-benar terjadi dan memberikan dampak positif,” kata Dr. Fahmi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, para asisten, serta staf ahli bupati. (**)
Editor: Munizar
