MOMENTUM, Bandarlampung – Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Lampung mengajak perempuan mengambil peran strategis dalam melindungi keluarga dari ancaman perundungan (bullying) dan penipuan digital (digital scamming).
Ajakan tersebut disampaikan dalam diskusi yang digelar IKWI Lampung di Aula H Solfian Achmad, Lantai III Balai Wartawan, Jalan Ahmad Yani, Bandarlampung, Kamis (13/8/2026). Kegiatan diikuti ratusan peserta dari sejumlah organisasi perempuan di Lampung.
Ketua IKWI Lampung Yeni Puspasari mengatakan, perundungan dan penipuan digital menjadi tantangan yang semakin serius seiring meningkatnya penggunaan teknologi dan media sosial.
Menurutnya, perundungan tidak lagi hanya terjadi secara langsung, tetapi juga merambah ruang digital. Sementara modus penipuan digital semakin beragam dan menyasar masyarakat melalui pesan singkat, media sosial, tautan palsu, hingga berbagai tawaran yang menggiurkan.

"Karena itu, perempuan harus memiliki pengetahuan dan kewaspadaan yang cukup. Perempuan memiliki posisi penting dalam keluarga untuk memberikan edukasi kepada anak-anak dan anggota keluarga agar mampu mengenali serta menghindari berbagai ancaman tersebut," ujar Yeni.
Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah menekankan pentingnya keterlibatan organisasi perempuan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya perundungan dan penipuan digital.
Menurutnya, IKWI dan organisasi perempuan lainnya memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga dan lingkungan sosial.
"Edukasi tentang keamanan digital dan bahaya perundungan harus dimulai dari keluarga. Ketika ibu dan anggota keluarga memiliki pemahaman yang baik, mereka dapat menjadi benteng pertama dalam melindungi anak-anak dari berbagai ancaman," katanya.
Wirahadikusumah mengatakan persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga menyangkut karakter, etika komunikasi, dan ketahanan keluarga.
Karena itu, masyarakat perlu dibekali kemampuan menggunakan teknologi secara bijak serta bersikap kritis terhadap informasi yang diterima.
Sementara itu, Gubernur Lampung yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Lampung Ganjar Jationo mengapresiasi kegiatan yang digelar IKWI tersebut.
Ia menilai diskusi tersebut relevan dengan tantangan yang dihadapi masyarakat di tengah perkembangan teknologi digital.
Ganjar mengatakan perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun perlindungan keluarga. Sebagai ibu, nenek, maupun istri, perempuan dapat menjadi benteng bagi anak dan anggota keluarga dari ancaman perundungan maupun penipuan digital.
"Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga. Karena itu, literasi digital harus terus diperkuat agar keluarga mampu mengenali ancaman, menjaga data pribadi, dan tidak mudah menjadi korban penipuan digital," ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, IKWI Lampung menghadirkan Ketua Bidang Siber PWI Lampung Ariyadi Ahmad dan Wakil Ketua IKWI Lampung Ameliya Arsyad sebagai narasumber.
Keduanya memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan, pola dan modus penipuan digital, serta langkah pencegahan agar masyarakat tidak menjadi korban.
Peserta juga diajak lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial, terutama dalam membagikan informasi pribadi, membuka tautan yang tidak dikenal, maupun merespons pesan dari pihak yang identitasnya tidak terverifikasi.
Ratusan peserta dari berbagai organisasi perempuan mengikuti diskusi tersebut dengan antusias. Hal itu terlihat dari sejumlah pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan selama kegiatan berlangsung.
IKWI Lampung berharap diskusi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperluas gerakan literasi digital di tengah masyarakat.
Dengan pengetahuan dan kewaspadaan yang semakin baik, perempuan diharapkan mampu menjadi benteng keluarga sekaligus berperan menciptakan ruang sosial dan digital yang aman, sehat, dan bebas dari perundungan serta penipuan.(*)
Editor: Muhammad Furqon
