Ini Bukti Keseriusan Tulus Purnomo Maju Pilwakot Bandarlampung

img
Ferdi Gunsan (kemeja putih) selaku liasion officer (LO) Bacalon Walikota Bandarlampung Tulus Purnomo di Kantor DPC PKB Bandarlampung

MOMENTUM, Bandarlampung--Tulus Purnomo membuktikan keseriusannya, maju Pemilihan Walikota (Pilwakot) Bandarlampung.

Selain mendaftarkan diri sebagai bakal calon (bacalon) walikota di penjaringan PDIP, dia pun ikut mendaftar di penjaringan Partai Nasdem dan PKB Kota Bandarlampung.

Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PDIP itu mengambil berkas penjaringan bacalon walikota Bandarlampung di Partai Nasdem dan PKB melalui petugas penghubung atau liasion officer (LO) Ferdi Gunsan pada Senin (30-9-2019), siang.

“Nanti kalau Partai Demokrat buka penjaringan, saya pun akan daftar,” kata Tulus saat dihubungi harianmomentum.com, Senin (30-9).

Baca juga: Pilwakot 2020, Tulus Purnomo Siap Terima Keputusan Partai

Penjaringan parpol sangat penting bagi Tulus. Sebab menurut dia, dari proses itulah komunikasi dengan parpol dimulai.

“Kita membangun Bandarlampung tidak bisa dengan PDIP saja, semua partai dan rakyat harus terlibat didalamnya agar Bandarlampung semakin maju,” jelasnya.

Karena itu, jika kelak mendapat amanah memimpin Bandarlampung, Tulus akan melibatkan semua elemen masyarakat di kota setempat.

“Bandarlampung akan jadi kota hebat kalau semua komponen masyarkat sampai tingkat RT (rukun tetangga) dilibatkan dalam subjek pembangunan. Jadi di tingkat RT menargetkan mau jadi apa, kita fasilitasi,” jelasnya.

Jika hal itu berhasil, maka persoalan-persolan di masarakat kota setempat dapat dengan mudah terselesaikan. “Contoh masalah sampah, bisa dikelola di tingkat RT. Kalau basisnya kesitu, gampang saja penataan di Bandarlampung ini. Sebab majunya Bandarlampung ini ada di RT,” ucapnya.

Baca juga: Dua Kader PDIP Bersaing Maju Pilwakot Bandarlampung

Menurut dia, pola tersebut saat ini sudah mulai diterapkan. Namun belum maksimal karena perlu pembenahan, khususnya dalam sifat kepemimpinannya.

“Tugas pemerintah itu bukan mengatur-ngatur, tapi memfasilitasi, memprakarsa masyarkat dan kreatifitas marsyarakat untuk dirumuskan bersama. Kadang kita kan (pemerintah) merasa melayani, tapi malah mengatur,” terangnya.

Selain program, Tulus juga sudah kerapkali turun ke masyarakat. Tujuannya mensosialisasikan diri, jelang Pilwakot 2020 mendatang.

“Saya komunikasi dari rumah ke rumah iya, kita yakinkan masyarakat kalau saya ini bisa diandalkan. Maka saya beri konsep. Kalau setuju dengan konsepnya ayok dukung, kalau tidak ya sudah,” ungkapnya.(acw)






Editor: Harian Momentum





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos