Raja Beredel

img
Andi Panjaitan, Pemred Harian Momentum.

MOMENTUM, Bandarlampung--Sekarang Harian Momentum punya teman. Begitu isi pesan whatsapp (WA) yang masuk ke ponsel android jadulku, pagi tadi.

Obrolan daring itu berasal dari seorang jurnalis yang kesehariannya ditugaskan meliput kegiatan walikota Bandarlampung.

Akupun menanyakan maksudnya, karena pesan yang disampaikan mengambang. Tak jelas.

Selang beberapa menit kemudian, akhirnya notifikasi tanda pesan masuk kembali terdengar dari ponselku. Rupanya masih dari orang yang sama.

Teks yang dikirim kali ini cukup panjang. Dia menjelaskan, teman Momentum yang dimaksud adalah media lain yang juga diberedel oleh walikota.

Padahal, pemberitaan media itu tidak ada sangkut- pautnya dengan kebijakan sang penguasa di pemkot. Hanya berita politik biasa.

Memang judulnya agak menohok: “Parpol Tinggalkan Eva”. Mungkin sang penguasa gerah karena media tersebut dinilai menyudutkan kedudukan politik istrinya—calon walikota.

Jika benar alasan pemberedelan itu karena berita tersebut, tidak seharusnya walikota menggunakan kekuasaannya secara membabi- buta.

Seharusnya bisa membedakan antara berita politik dengan berita yang berkaitan dengan kebijakannya dalam pemerintahan.

Toh, kontrak media di pemkot hanya berkenaan dengan program kerja walikota. Tidak ada tercantum untuk mendukung calon walikota manapun.

Entahlah. Saya tidak ingin masuk ke ranah itu. Seandainya pun benar demikian, saya juga tidak kaget. Apalagi heran.

Toh walikota yang sudah dua periode menjabat ini memang terkenal ganas kepada media.

Tidak ada satupun surat kabar besar di Lampung yang luput dari tangan besinya. Semua pernah diberedel.

Bahkan ada yang sampai dua tahun berseberangan. Meski akhirnya islah.

Menghentikan peredaran surat kabar di lingkungan kerjanya memang hak prerogatif walikota. Tidak ada yang bisa membantah hal itu.

Tapi, jika keputusan itu diambil karena pemberitaan politik rasanya kurang elok. Tidak pantas.

Saya sebagai salah satu penggiat media di Lampung tentu keberatan dengan tindakan itu. Bukan berarti karena Momentum sedang diberedel juga.

Ini hanya sebagai bentuk keprihatinan terhadap sesama media. Jika kondisi rezim ini terus berulang, maka jangan salahkan kami nantinya jika memberi gelar “Raja Beredel” kepada anda. Itu saja. Tabikpun. (*)



Berita Terkait

Leave a Comment