Menuju Kategori Informatif, Situs Bawaslu Lampung Tiga Kali Diretas

img
Ilustrasi, peretasan website. Foto: ist

MOMENTUM, Bandarlampung--Ketua Bawaslu RI Abhan meminta jajarannya di tingkat provinsi untuk senantiasa meningkatkan keterbukaan informasinya sehingga mudah diakses publik. Terkhusus bagi Bawaslu Provinsi yang belum meraih predikat dalam kategori informatif.

Ternyata, hingga saat ini Bawaslu Lampung belum berhasil meraih predikat dalam kategori informatif tersebut. Meski demikian, bukan berarti selama ini Bawaslu Lampung tidak berupaya.

Menurut Komisioner Bawaslu Lampung Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga, M. Teguh, pihaknya sudah berupaya maksimal untuk membuka informasi seluas-luasnya pada kepublik.

Namun upaya itu sempat terkendala. Website Bawaslu Lampung sebagai wadah informasi sempat diretas. Bahkan sampai tiga kali. Belum diketahui, oknum peretas situs yang menginduk ke server Bawaslu pusat tersebut.

“Bawaslu Lampung belum masuk kategori informatif. Baru menuju ke arah itu. Karena di awal tahun 2020 sampai sekitar bulan Mei situs kami diretas,” kata Teguh saat dikonfirmasi harianmomentum.com, Selasa (2-2-2021).

Akibatnya, data-data yang sudah terunggah dan masuk ke dalam server hilang. “Jadi kacau. Sudah diperbaiki, satu setengah bulan kemudian diretas lagi. Total sudah tiga kali diretas,” sambung dia.

Walau begitu, Bawaslu Lampung tetap berupaya membuka informasi seluas-luasnya ke publik. Salah satunya melalui website lokal, yang mereka buat sendiri.

“Sebenarnya yang wajib itu adalah mengunggah informasi ke situs yang servernya menginduk ke pusat. Kalau yang sekarang inikan sifatnya sunnah (tidak wajib), hanya untuk menyalin data saja,” jelasnya.

Bawaslu Lampung menargetkan untuk mencapai kategori informatif di tahun 2021.

Sebab menurut Ketua Bawaslu RI, Abhan, di masa mendatang akan ada evaluasi dan penilaian khusus terkait keterbukaan informasi publik pada jajaran lembaga pengawas pemilu di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

“Tahun ini harus tercapai kategori informatif. Awalnya sudah terpenuhi, tapi karena kena retas jadi harus mengulang dari awal. Memasukkan data satu persatu,” jelas Teguh.(**)

Laporan/Editor: Agung Chandra Widi






Editor: Harian Momentum





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos